Kamis 07 Jan 2021 20:28 WIB

Pemkot Surakarta Daftarkan 12.259 Calon Pertama Vaksin

Ia mengatakan, tidak ada jatah khusus vaksin untuk setiap daerahnya.

Petugas Kepolisian berjaga saat vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (7/1). Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerima sebanyak 78.400 vaksin Covid-19 Sinovac pada tahap pertama yang akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas Kepolisian berjaga saat vaksin Covid-19 Sinovac tiba di Gedung Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Kamis (7/1). Dinas Kesehatan DKI Jakarta telah menerima sebanyak 78.400 vaksin Covid-19 Sinovac pada tahap pertama yang akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. Republika/Thoudy Badai

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO - Pemerintah Kota Surakarta sudah mendaftarkan sebanyak 12.259 calon penerima vaksin Covid-19 yaitu dari tenaga kesehatan yang bertugas di seluruh fasilitas kesehatan Kota Solo.

"Tugas saya adalah memastikan seluruh tenaga kesehatan dan pendukungnya masuk pada sistem informasi sumber daya manusia kesehatan. Data kami kirim ke Kemenkes," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Surakarta Siti Wahyuningsih di Solo, Kamis (7/1).

Selanjutnya, data tersebut masuk ke satu data Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN). Ia mengatakan, setiap orang yang datanya masuk akan memperoleh pesan pendek yang berisi pemberitahuan terkait program vaksinasi.

"Baru kemudian kami registrasi sendiri-sendiri. Selanjutnya mengisi 'screening' masuk kontraindikasi atau tidak, baru nanti ada balasan lagi namanya e tiket," katanya.

Ia mengatakan, tidak ada jatah khusus vaksin untuk setiap daerahnya. Nantinya penyaluran vaksin di setiap daerah akan diberikan sesuai dengan data yang diajukan.

"Nanti kan masyarakat akan memilih faskes, waktu (hari), dan jam. Selanjutnya akan diketahui misalnya puskesmas A sasarannya 100 (dosis), berarti didrop 100 itu," katanya.

Ia mengatakan pemilihan faskes dan waktu tersebut dilakukan sebagai upaya untuk tetap menerapkan protokol kesehatan.

Sementara itu, dikatakannya, untuk pemberian vaksin sendiri akan mulai dilakukan pada 14 Januari 2021. Saat ini vaksin untuk Kota Solo masih berada di tingkat pemerintah provinsi.

"Penyimpanan dari provinsi ke Dinas Kesehatan akan kami simpan di instalasi farmasi milik DKK," katanya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement