Kamis 07 Jan 2021 14:06 WIB

Wali Kota Sukabumi Siap Jadi yang Pertama Divaksin Covid-19

Gelombang pertama disiapkan 17 ribu vaksin yang akan diberikan mulai Januari

Rep: riga nurul iman/ Red: Hiru Muhammad
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni memakaikan masker kepada warga yang tidak menggunakan masker di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Kamis (10/9)
Foto: Republika/riga nurul iman
Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi dan Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sumarni memakaikan masker kepada warga yang tidak menggunakan masker di Jalan Ahmad Yani, Kota Sukabumi, Kamis (10/9)

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI--Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi siap menjadi orang yang pertama di Sukabumi untuk divaksin Covid-19. Namun untuk waktu pelaksanaanya masih menunggu kedatangan vaksin ke Kota Sukabumi. "Kenapa tidak (untuk divaksin pertama-red)," ujar Wali Kota Sukabumi, Achmad Fahmi kepada wartawan saat ditanya kesiapan untuk menjadi yang pertama divaksin di Sukabumi, Kamis (7/1). 

Ia mengatakan semua warga tidak boleh menolak untuk divaksin. Keberadaan vaksin ini sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah pusat. Sehingga vaksin tersebut dinilai sudah aman untuk diberikan. Menurut Fahmi, pada gelombang pertama ini disiapkan 17 ribu vaksin yang akan diberikan pada Januari hingga Maret 2021. Selanjutnya pada gelombang kedua diperkirakan akan sebanyak 18 ribu vaksin.

Vaksin kata Fahmi, diberikan kepada seluruh warga secara gratis. Sasaran pertama yakni tenaga kesehatan dan penunjangnya serta  pelayan publik dan lansia diyakini sehat. "Hasi rakornas tentang pelaksanaan vaksin rencananya pencanangan tingkat pusat akan dilakukan pada 13 Januari oleh presiden," ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Sukabumi, Rita Fitrianingsih kepada Republika. Selanjutnya pada hari berikutnya dicanangkan di provinsi dan kabupaten/kota menyesuaikan dengan provinsi.

Rita menerangkan, ada sebanyak 68 fasilitas kesehatan (faskes) yang akan melakukan vaksinasi tenaga kesehatan dan penunjangnya. Di mana proyeksi dari pemerintah pisat ada sebanyak 4.079 tenaga kesehatan dan penunjangnya di Sukabumi yang akan divaksin pada Januari 2020.

Tenaga kesehatan itu berasal misalnya rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik mandiri, dan lain-lain. Kini para tenaga kesehatan dan penunjangnya sudah didata dan rampung sekitar 80 persen.

Rita menerangkan, untuk kesiapan sarana sudah datang bantuan dari Kementerian Kesehatan yakni rantai dingin atau cold chain terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

"Tenaga vaksinator sudah dilatih, rencananya akan lakukan vaksinasi dua hingga tiga kali menjaga-jaga ikutan serltelah imunisasi," kata Rita. Sehingga dari segi sarana dan tenaga SDM dinilai sudah siap.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement