Selasa 05 Jan 2021 08:14 WIB

Ada Nakes Ragu Efektivitas Vaksin Sinovac, Ini Kata dr Reisa

Ada sejumlah penolakan muncul dari tenaga kesehatan terkait vaksin Sinovac.

Rep: ayobandung.com/ Red: ayobandung.com
Dr Reisa menjawab soal vaksin dan vaksinasi vaksin sinovac
Dr Reisa menjawab soal vaksin dan vaksinasi vaksin sinovac

AYOBANDUNG.COM -- Ada sejumlah penolakan muncul dari tenaga kesehatan terkait vaksin Sinovac. Mungkin nakes masih ada yang bertanya-tanya soal keamanan efektivitas vaksin. Apa kata Satgas Covid-19?

Juru Bicara Vaksin Covid-19, dr Reisa Broto Asmoro meminta seluruh tenaga kesehatan untuk membantu menyukseskan program vaksinasi Corona yang akan dilakukan pemerintah dalam waktu 15 bulan ke depan.

Reisa mengatakan bahwa para tenaga medis seharusnya mengikuti seluruh instruksi dari pemerintah yang sudah menempatkan mereka pada prioritas pertama yang akan disuntik vaksin setelah Presiden Joko Widodo.

"Saat perlindungan sudah ada di depan mata, maka kita harus segera ambil. Kita manfaatkan dengan baik, tidak perlu menunggu apalagi menunda dengan sengaja. Ingat janji dan sumpah profesi kita untuk membaktikan hidup guna kepentingan perikemanusiaan," kata dr Reisa dalam jumpa pers dari Istana Negara, Jakarta, Senin (4/1/2021).

Menurutnya, prioritas ini adalah keistimewaan yang diberikan negara kepada tenaga medis, meski vaksin CoronaVac buatan perusahaan Sinovac Biotech, China belum merilis angka efikasinya dan belum selesai uji klinis tahap III di Bandung.

"Sejawat dan kolega tenaga medis yang saya hormati, lihat betapa pedulinya negara terhadap kita. Kita didudukan sebagai warga prioritas untuk mendapatkan akses vaksinasi," ucapnya.

Oleh sebab itu, dr Reisa meminta para tenaga medis menuruti semua program vaksinasi yang dilakukan pemerintah dan mau disuntik vaksin gelombang pertama.

 

Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ayobandung.com. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ayobandung.com.
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement