Rabu 30 Dec 2020 09:49 WIB

Kapal Nelayan dari Pacitan Terdampar di Perairan Garut

Kapolres Garut mengatakan, dua orang saling tusuk membuat lima ABK loncat dari kapal.

Rep: Bayu Adji Prihammanda/ Red: Erik Purnama Putra
Kapal Makmur 03 terdampar di perairan Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya Pantai Karanggajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Selasa (29/12) sekitar pukul 15.00 WIB.
Foto: Dok
Kapal Makmur 03 terdampar di perairan Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya Pantai Karanggajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Selasa (29/12) sekitar pukul 15.00 WIB.

REPUBLIKA.CO.ID, GARUT -- Sebuah kapal nelayan bernama Kapal Makmur 03 terdampar di perairan Kabupaten Garut, Jawa Barat, tepatnya Pantai Karanggajah, Desa Sancang, Kecamatan Cibalong, Selasa (29/12) sekitar pukul 15.00 WIB. Di dalam kapal tersebut, terdapat dua orang anak buah kapal (ABK) yang selamat.

Kapolres Garut, AKBP Adi Benny Cahyono mengatakan, kapal nelayan itu berlayar dari Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, untuk mencari ikan. Setelah tiga hari berlayar dan kapal berada di laut lepas, terdapat cekcok antar-ABK.

"Yang cekcok itu antara Ardi dan Johan (sesama ABK) di dalam kapal yang saat itu berada di laut lepas, sekira 200 mil lepas pantai," kata Adi saat dihubungi Republika, Rabu (30/12).

Adi menerangkan, berdasarkan keterangan saksi, Ardi berusaha melukai Johan menggunakan senjata tajam saat terjadi cekcok. Johan pun mengalami luka akibat insiden tersebut. Sementara, empat orang ABK lainnya melompat ke laut karena ketakutan.

Akibat kejadian itu, kapal nelayan tersebut terombang-ambing dan akhirnya terdampar ke perairan Garut. Saat terdampar, di kapal tersebut hanya terdapat dua orang, yaitu Ardi dan Nelson, yang merupakan nahkoda kapal. Nelson juga mengalami luka tusukan.

"Kita minta keterangan baru Nelson. Kalau berdasarkan keterangan Nelson, itu cekcok antara Johan dan Ardi. Total ada tujuh orang di kapal itu, lima lompat," kata dia.

Menurut Adi, empat ABK yang ketakutan dan satu ABK yang terlibat perkelahian masih belum ditemukan. Polres Garut telah menerjunkan tim Satpolair bersama nelayan untuk melakukan pencarian.

Polisi sudah melakukan penahanan kepada Ardi yang diduga melakukan penusukan. Namun, statusnya masih sebagai terperiksa. "Status Ardi masih terperiksa. Kita tahan. Takutnya dia gangguan kejiwaan atau bagaimana, kita lihat juga kesehatannya," kata dia.

Sebelumnya, beredar video nelayan dalam kapal yang terdampar di Kecamatan Cibalong pada Selasa sore. Diduga, kapal nelayan tersebut terdampar berkaitan dengan aksi penganiayaan yang dilakukan oleh salah satu ABK.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement