Kamis 24 Dec 2020 09:02 WIB

RTH Jakarta 9,98 Persen, Pansus: Masih Jauh dari Target

Pansus Banjir juga merekomendasikan agar Pemprov DKI fokus tangani 13 sungai.

Rep: Flori Sidebang/ Red: Bilal Ramadhan
Petugas saat melakukan perawatan tanaman di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Kamis (24/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mengajukan dana sebesar Rp 115.4 miliar pada tahun anggaran 2020 untuk pengadaan tanaman di Ibu Kota. Republika/Putra M. Akbar
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas saat melakukan perawatan tanaman di kawasan Tugu Tani, Jakarta, Kamis (24/9). Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Pertamanan dan Hutan Kota mengajukan dana sebesar Rp 115.4 miliar pada tahun anggaran 2020 untuk pengadaan tanaman di Ibu Kota. Republika/Putra M. Akbar

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Panitia Khusus (Pansus) Banjir DPRD DKI Jakarta Zita Anjani mengatakan, luas Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik di Jakarta saat ini hanya 9,98 persen. Zita mengungkapkan, jumlah ini masih sangat jauh dari target yang ditentukan oleh Pemprov DKI.

"Saat ini RTH kita hanya berada di angka 9,98 persen, masih jauh dari target pemprov, yakni 30 persen," kata Zita di DPRD DKI Jakarta, Rabu (23/12).

Selain itu, Zita menambahkan, ia tidak melihat ada anggaran yang dicantumkan oleh Pemprov DKI untuk membuka RTH publik di Ibu Kota. Padahal RTH merupakan salah satu upaya penanggulangan banjir.

"Pansus Banjir melihat dalam program prioritas penanggulangan banjir jangka panjang, tidak tercantum anggaran untuk membuka Ruang Terbuka Hijau Publik Baru di Ibu Kota," ujarnya.

Oleh karena itu, sambungnya, Pansus Banjir menyarankan Pemprov DKI Jakarta agar menyediakan anggaran penambahan RTH untuk publik dengan target dua persen per tahun. Dengan demikian, menurut dia, harapannya luas RTH publik di Jakarta dapat bertambah hingga menjadi 29,98 persen pada tahun 2030 mendatang.

"Jika hal tersebut berjalan baik, maka pada tahun 2030 luas RTH di Jakarta sudah mencapai 29,98 persen," jelasnya.

Di sisi lain, kata Zita, Pansus Banjir juga merekomendasikan agar Pemprov DKI Jakarta fokus dalam menangani 13 sungai eksisting di Jakarta. Dia menyebut, Pemprov DKI Jakarta harus memprioritaskan penataan Kali Ciliwung, Pesanggrahan, Angke, dan Sunter pada tahun 2021-2022.

Sebab saat ini, Zita mengatakan, pembenahan Kali Ciliwung baru dilakukan sepanjang 16 kilometer dari total panjang 33 kilometer. Sementara itu, tiga kali lainnya masih dalam proses.

"Padahal kita tahu, RPJMD DKI Jakarta telah menargetkan bahwa empat kali tersebut harus sudah selesai di tahun 2022," tutur Zita.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement