Selasa 15 Dec 2020 17:53 WIB

UAD Gelar Konferensi Internasional 'Youth Communication Day'

Konferensi ini mengangkat tema Business Communication in the Time of Pandemic.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Fernan Rahadi
Universitas Ahmad Dahlan (UAD).
Foto: Republika/Wahyu Suryana
Universitas Ahmad Dahlan (UAD).

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Ahmad Dahlan (UAD), Yogyakarta, menggelar Konferensi Internasional Youth Communication Day (YCD), Selasa (15/12). Konferensi ini digelar hingga 16 Desember secara virtual dengan mengangkat tema Business Communication in the Time of Pandemic.

Konferensi tersebut diikuti oleh banyak perguruan tinggi internasional. Mulai dari Nanjing Normal University China, University of Zululand KwaDlangezwa South Africa, University of Johannesburg South Africa, University of Periyar Salem India, Indian Institute of Mass Communication India, dan Universiti Utara Malaysia.

"Juga diikuti oleh 10 Universitas Muhammadiyah di Indonesia dengan jumlah partisipan yang tak kurang dari 150 peserta," kata Ketua Program Konferensi Internasional YCD, Choirul Fajri dalam siaran pers yang diterima Republika, Selasa (15/12).

Fajri mengatakan, konferensi ini menjadi wadah diskusi terkait isu global yang terjadi saat ini. Salah satunya terkait dampak pandemi Covid-19 yang dirasakan industri komunikasi.

Menurutnya, perbedaan pola interaksi tidak mudah untuk dilakukan di situasi pandemi. Walaupun begitu, beradaptasi dalam situasi krisis saat ini penting untuk dilakukan.

Diharapkan, melalui konferensi tersebut dapat melahirkan pemikiran-pemikiran untuk menjawab upaya global dalam menyelesaikan persoalan. Termasuk persoalan terkait industri komunikasi yang terdampak akibat pandemi. 

Sehingga, industri komunikasi dapat merespons dan beradaptasi dengan cepat dalam situasi pandemi saat ini. Selain itu, katanya, konferensi internasional ini juga bertujuan untuk meningkatkan jaringan dan kolaborasi antarnegara.

"Harapan kami, konferensi ini dapat menjadi wadah diskusi terkait dengan isu global ini dengan berbagai perspektif dari berbagai negara," ujarnya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement