Sabtu 05 Dec 2020 23:00 WIB

Indo Wisata Pratama, 'Rumah' Berlian Terbesar di Tanah Air

Masyarakat dapat melihat proses pengolahan berlian.

Salah satu koleksi berlian di IWP.
Foto: Dok. Kem
Salah satu koleksi berlian di IWP.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dibuka sejak 2016, Indo Wisata Pratama (IWP) merupakan pengolah dan pembuatan berlian pertama yang ada di Asia. Selain menjadi pabrik berlian, tempat ini adalah tujuan wisata menarik yang dapat dikunjungi di sela luang kegiatan MICE (Meetings Incentives Conferences and Exhibitions) siapapun di Bandung. 

"Arahkan perjalanan ke Kawasan Dago di Bandung Utara, tepatnya di dalam komplek Cipta Green Dago Blok N 1-10, tempatnya buka setiap hari mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Dibangun oleh Yopi Mesa Yudi dengan ide awalnya berbagi pengetahuan tentang intan, batu permata, dan berlian kepada masyarakat dengan menyaksikan langsung proses pembuatannya dari awal hingga menjadi perhiasan yang bernilai sangat tinggi," kata Direktur Wisata Pertemuan, Insentif, Konvensi, & Pameran (MICE) Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Iyung Masruroh, Sabtu (5/12).

Dia mengatakan, IWP menawarkan pengalaman baru. Siapapun bisa melihat proses pengolahan intan-batu permata mulai dari marking hingga micro setting sehingga menjadi batu berlian dengan kualitas tinggi serta diklaim mampu menghasilhkan berlian dengan total 500 karat per bulan. Antara lokasi pengunjung dan pekerja dibatasi sebuah kaca tebal. Total ada enam proses pengolahan berlian yang bisa di lihat di sini. 

Berdiri di atas lahan seluas 1 hektare, IWP meliputi bangunan berlantai 4 dengan  fasilitas kafe terpisah. Lokasi pabrik berlian berada di lantai bawah. 

"Tempat itu akan mengubah pandangan kebanyakan orang yang mengira akan dijaga sangat ketat. Desain ruangan dibuat sedemikian rupa sehingga Anda akan mengikuti alur pengolahan berlian mulai dari pintu masuk, lanjut ke proses pemotongan intan, dan berakhir di galeri yang menjual berlian hasil akhir," kata Iyung.

Selain gedung pengolahan berlian, IWP juga menyediakan fasilitas penunjang berupa kafe Skyllight. Pengunjung, kata dia, dapat menikmati Bandung dari ketinggian dengan sudut 360 derajat.

"Anda akan dibawa berkeliling melihat proses intan dari mentah hingga menjadi berlian didukung tenaga ahli perhiasan yang berpengalaman dan peralatan teknologi terkini. Anda akan diajak menonton short movie tentang perkembangan permata di Indonesia dan sejarah berdirinya IWP. Anda akan melihat ruangan-ruangan yang merupakan proses pengolahan batu permata yang tadinya kasar menjadi permata cantik," ujar dia. 

Setelah melihat proses pengolahannya, pengunjunh akan melihat hasil jadi permata tersebut dalam bentuk perhiasan berupa kalung, cincin, serta model perhiasan lainnya. Permata yang dipamerkan ini bisa dibeli langsung dengan beragam harga mulai dari jutaan hingga miliaran rupiah.

"Untuk berkunjung ke IWP Anda perlu membeli karcis berupa voucer sebesar Rp.50.000/orang. Tiket masuk tersebut bisa dijadikan voucer potongan harga bagi Anda yang ingin membeli berlian di tempat ini. Apabila Anda tidak bermaksud untuk menggunakan sebagai voucher belanja berlian maka bisa ditukarkan dengan makanan dan minuman yang tersedia di Skylight Cafe, Resto & Lounge IWP," kata dia.

Intan adalah rough diamond, merupakan butiran kasar calon berlian. Setelah dipotong dan dipoles maka disebut berlian. Intan terbentuk dari mineral karbon murni yang mengkristal karena proses kimiawi di dalam perut bumi selama ratusan hingga jutaan tahun.

Bicara soal intan, material bumi ini memiliki tingkat kekerasan tinggi dan mampu mendispersikan cahaya seperti prisma. Sifat-sifat tersebut membuat intan digunakan untuk menjadi perhiasan dan juga penerapan dalam dunia industri. 

Berlian sendiri merupakan salah satu jenis batu permata. Batu permata harus melewati proses pemolesan sebelum digunakan untuk perhiasan. Tidak semua bebatuan juga dapat disebut sebagai batu permata karena harus memenuhi beberapa syarat tertentu seperti memiliki kekerasan, ketahanan, keindahan, dan kelangkaan. Tingkat kekerasan batu permata paling tinggi dalam skala ini bernilai 10 dan dimiliki oleh batu berlian. 

Indonesia sendiri ternyata memiliki jenis batu permata asli dengan aset tambang yang melimpah. Jenis permata ini lebih bersih dan karatnya tinggi dibanding dari jenis lainnya di belahan Bumi lain. Daerah penghasil permata di Indonesia yang terkenal yaitu Martapura di Kalimantan Selatan. Banyak permata dari sini sudah diekspor ke luar negeri. Batu permata Kalimantan diakui masyarakat dunia sebagai salah satu batu permata atau batu mulia terbaik. 

"Di pasaran dunia, permata Indonesoa bersaing dengan batu permata dari benua Afrika namun dari segi kematangan kristal dan kemilau cahayanya, berlian Kalimantan diakui lebih baik," kata Iyung.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement