Rabu 21 Oct 2020 23:40 WIB

Pemerintah Aceh Bangun 4.042 Unit Rumah Layak Huni 2020

Pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat kurang mampu.

Pemerintah Aceh Bangun 4.042 Unit Rumah Layak Huni 2020. Ilustrasi perumahan rakyat.
Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto
Pemerintah Aceh Bangun 4.042 Unit Rumah Layak Huni 2020. Ilustrasi perumahan rakyat.

REPUBLIKA.CO.ID,ACEH BESAR -- Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) membangun sebanyak 4.042 unit rumah layak huni untuk keluarga kurang mampu di provinsi setempat pada tahun 2020.

Kepala Dinas Perkim Aceh,T Mirzuan di sela-sela penyerahan rumah kepada keluarga kurang mampu di Bireuen mengatakan pembangunan rumah layak huni untuk masyarakat kurang mampu merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Aceh.

“Program ini dipandang sangat efektif dalam rangka mengurangi kemiskinan dan pemerataan pembangunan serta menyejahterakan masyarakat,” katanya, Rabu (21/10).

Ia menjelaskan pada tahun 2021, Pemerintah Aceh melalui Dinas Perkim kembali memprogramkan kegiatan serupa yakni pada tahun tersebut akan membangun sebanyak 4.300 unit rumah. “Hari ini kita menyerahkan secara simbolis untuk masyarakat di Kabupaten Pidie, Pidie Jaya dan Bireuen,” kata Mirzuan.

Di kabupaten Pidie, sebanyak 381 masyarakat mendapatkan rumah, di Pidie Jaya pembangunan dilaksanakan sebanyak 80 unit dan 460 penerima berada di Kabupaten Bireuen.

Mirzuan berharap masyarakat yang mendapatkan bantuan rumah tersebut bisa memanfaatkannya dengan baik. “Mereka kini tidak harus memikirkan lagi pembangunan rumah, tinggal fokus cari rezeki buat keluarga,” kata dia.

Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Aceh, Muhammad Iswanto mengatakan program Aceh Seuniya merupakan program prioritas Pemerintah Aceh untuk memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan. “Pembangunan rumah layak huni ini merupakan salah satu dari 15 program unggulan Pemerintah Aceh (Aceh Seuniya),” katanya.

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement