Rabu 07 Oct 2020 20:52 WIB

Akses Jalan Cijati Cianjur Masih Tertutup Longsor

BPBD Cianjur masih lakukan pembukaan akses jalan dengan menggunakan alat berat.

BPBD Cianjur masih lakukan pembukaan akses jalan dengan menggunakan alat berat (Foto: ilustrasi longsor)
Foto: ANTARA/Iggoy el Fitra
BPBD Cianjur masih lakukan pembukaan akses jalan dengan menggunakan alat berat (Foto: ilustrasi longsor)

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Jawa Barat, terus berupaya membuka akses jalan yang tertutup tanah longsor di Kecamatan Cijati, Leles dan Agrabinta. BPBD Cianjur terus mengimbau warga di sekitar lokasi untuk mengungsi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama.

"Upaya membuka kembali jalan masih terkendala minimnya alat berat, namun sebagian kecil akses jalan sudah dapat dilalui kendaraan roda dua, setelah relawan, warga dan aparat setempat dengan alat seadanya berhasil menyingkirkan material longsor di wilayah Cijati dan Leles," kata Sekretaris BPBD Cianjur, Irfan Sopyan saat dihubungi di Cianjur, Rabu (7/10).

Baca Juga

Ia menjelaskan, alat berat yang diturunkan untuk membuka kembali akses jalan penghubung utama Leles-Cijati masih menggunakan dua alat berat milik Dinas PUPR Cianjur. Alat ini sebelumnya difungsikan untuk membersihkan material sampah sisa banjir.

Alat berat tersebut saat ini difokuskan untuk membuka akses jalan yang tertutup longsor dengan ketinggian beragam mulai dari 1 meter hingga 3 meter dengan material bebatuan bercampur pohon berbagai ukuran.Kondisi ini yang menyulitkan petugas untuk melakukan pembersihan secara cepat.

"Meskipun belum ada tambahan, namun hasil kordinasi dengan dinas provinsi akan menurunkan alat berat dari arah Agrabinta, untuk mempercepat proses evakuasi material longsoran yang menutup akses jalan," katanya.

Sedangkan terkait penyaluran bantuan, pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah komunitas kendaraan bermotor off road yang dapat melintas di jalur berlumpur sekalipun. Bantuan dapat sampai ke wilayah yang terisolir karena material longsor baru sebagian kecil dapat disingkirkan.

Terkait masih tingginya intensitas hujan terutama menjelang sore, pihaknya mengimbau warga untuk tetap waspada dan segera mengungsi. Hal tersebut untuk menghindari jatuhnya korban ketika bencana alam susulan longsor dan banjir kembali terjadi.

"Relawan Tangguh Bencana (Retana) disiagakan 24 jam, untuk memantau dan mengimbau warga serta melakukan mitigasi ketika bencana alam kembali terjadi. Masih tingginya curah hujan sepanjang pekan ini, membuat kami tidak berhenti mengimbau warga untuk waspada," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement