Selasa 29 Sep 2020 14:19 WIB

PWI Malang dan BPJS Kesehatan Sosialisasi Protokol Kesehatan

Upaya disiplin protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban sebelum vaksin ditemukan.

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Gita Amanda
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama PWI Malang Raya dan BPJS Kesehatan Malang melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di Pasar Splendid, Kota Malang, Selasa (29/9).
Foto: Dok. Humas Pemkot Malang
Wali Kota Malang, Sutiaji bersama PWI Malang Raya dan BPJS Kesehatan Malang melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat di Pasar Splendid, Kota Malang, Selasa (29/9).

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- PWI Malang Raya didukung BPJS Kesehatan Malang menggelar agenda Sosialisasi Protokol Kesehatan dan Pembagian APD mengantisipasi Covid-19. Kegiatan yang diselenggarakan pada Selasa (29/9) ini berlangsung di kawasan Pasar Bunga dan Pasar Burung.

Ketua PWI Malang Raya, Ariful Huda, menyampaikan kegiatan sosialisasi sengaja dilaksanakan di kawasan Pasar Burung dan Pasar Bunga Splendid Kota Malang. Hal ini lantaran di pasar masih banyak ditemui masyarakat yang melanggar protokol kesehatan. "Salah satunya seperti tidak mengenakan masker," katanya.

Dengan kegiatan yang dikemas lebih santai itu, Arif mendorong masyarakat lebih terbuka dengan kebiasaan baru. Masyarakat tidak lagi abai dengan protokol kesehatan yang telah dianjutkan pemerintah. Kemudian bisa lebih waspada terhadap kemungkinan persebaran Covid-19.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan sosialisasi, Djoko Winahyu menjelaskan, upaya disiplin protokol kesehatan menjadi sebuah kewajiban sebelum vaksin ditemukan. Beberapa di antaranya seperti mengenakan masker dalam setiap kegiatan dan mencuci tangan menggunakan sabun serta air mengalir. Lalu menjaga jarak dan selalu berupaya menjaga kesehatan.

Di kesempatan tersebut, PWI Malang Raya telah menyediakan 4.000 ribu masker yang siap dibagikan kepada masyarakat. Hal ini terutama ditunjukkan kepada para pengunjung Pasar Splendid. Selain itu, juga akan dibagikan 200 botol, 10 liter hand sanitizer dan 200 peyangga masker GRG.

Di kegiatan ini, Wali Kota Malang, Sutiaji turut hadir dan menyosialisasikan gerakan kampanye mengenakan masker. Ia berusaha mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan terutama mengenakan masker. "Karena ketika mengenakan masker setiap kita akan mengurangi persebaran Covid-19," jelas pria berkacamata ini.

Menurut Sutiaji, Kota Malang secara pelan tapi pasti akan terus melakukan koordinasi dan pencegahan Covid-19. Kolaborasi dengan berbagai pihak terus dilakukan terutama dengan media massa. Tujuannya, agar bisa terus menyosialisasikan dan memberikan berita yang benar tentang Covid-19.

Di kesempatan serupa, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Malang, Dina Diana Permata menyatakan dukungannya terhadap kegiatan sosialisasi. Masyarakat memang harus didatangi langsung untuk diminta menerapkan disiplin protokol kesehatan. Dengan langkah ini, Dina berharap, masyarakat bisa lebih meningkatkan kedisiplinannya dengan penerapan protokol kesehatan.

Total kasus positif Covid-19 di Kota Malang telah mencapai 1.770 orang per 28 September 2020. Dari jumlah tersebut, 170 orang meninggal dan 1.430 orang telah dinyatakan sembuh. Sementara untuk 170 orang lainnya masih dalam perawatan dan isolasi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement