Ahad 27 Sep 2020 17:37 WIB

Walkot Jakpus Pantau Pengerukan Sungai di Gambir

Sudin SDA Jakarta Pusat gencar melakukan pengurasan di delapan kecamatan.

Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di Sungai Ciliwung kawasan Jatinegara Barat, Jakarta, Kamis (23/7). Pengerukan tersebut untuk menormalkan kedalaman sungai sehingga aliran air semakin lancar.
Foto: Republika/Prayogi
Pekerja dengan alat berat mengeruk endapan sampah bercampur lumpur di Sungai Ciliwung kawasan Jatinegara Barat, Jakarta, Kamis (23/7). Pengerukan tersebut untuk menormalkan kedalaman sungai sehingga aliran air semakin lancar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam rangka mengantisipasi genangan dan banjir memasuki musim penghujan di Ibu Kota, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengerukan saluran air di Jalan Batu Ceper Raya, Kelurahan Kebon Kelapa, Gambir, Ahad (27/9) pagi.

Kegiatan pengerukan itu ditinjau langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Pemprov DKI Sri Haryati didampingi Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara dan jajaran asisten lainnya dari Pemprov DKI Jakarta dan Pemkot Jakarta Pusat.

"Saluran yang mampet, baik karena sampah plastik atau karena sedimen (endapan) lumpur yang tebal supaya segera dikeruk," ujar Sri usai melakukan peninjauan.

Khusus di wilayah Jakarta Pusat, Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara mengatakan Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat dipastikan semakin mengintensifkan pembersihan saluran air agar genangan dapat lebih diantisipasi saat hujan.

"Saat ini Sudin SDA Jakarta Pusat gencar melakukan pengurasan di delapan kecamatan guna mengurangi terjadi genangan saat musim penghujan," ujar Bayu.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Pusat Ahmad Syaiful mengatakan untuk di Jalan Batu Ceper Raya, Kebon Kelapa pihaknya akan melakukan normalisasi saluran air sepanjang 1.000 meter.

Pengerjaan saluran yang baru mulai dilakukan pada pertengahan September itu saat ini sudah mencapai 100 meter dan diharapkan dapat rampung pada November 2020.

"Kita normalisasi saluran di Jalan Batu Ceper Raya ini akibat saluran yang lama sudah tidak bisa menampung debit air bila hujan lebat karena sedimen lumpur di saluran sudah tinggi," ujar Syaiful.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement