Rabu 16 Sep 2020 02:03 WIB

Bandung Bakal Terapkan PSBMK Jika Covid-19 tak Terkendali

Wakil Wali Kota Bandung menilai PSBMK lebih ampuh daripada PSBB.

Bandung Bakal Terapkan PSBMK Jika Covid-19 tak Terkendali. Pengunjung beraktivitas di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (15/9). Pemerintah Kota Bandung mempersingkat jam operasional bagi sektor bisnis perdagangan salah satunya mall dari yang sebelumnya dapat beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, kini hanya bisa hingga pukul 20.00 WIB saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat. Foto: Abdan Syakura/Republika
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Bandung Bakal Terapkan PSBMK Jika Covid-19 tak Terkendali. Pengunjung beraktivitas di Bandung Indah Plaza, Jalan Merdeka, Kota Bandung, Selasa (15/9). Pemerintah Kota Bandung mempersingkat jam operasional bagi sektor bisnis perdagangan salah satunya mall dari yang sebelumnya dapat beroperasi hingga pukul 21.00 WIB, kini hanya bisa hingga pukul 20.00 WIB saat Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) yang diperketat. Foto: Abdan Syakura/Republika

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan bakal menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro Kecil (PSBMK) apabila kasus Covid-19 di Kota Bandung mulai tidak terkendali.

"Kalau kita lihat kemarin, di Secapa itu hasilnya baik, karena adanya partisipasi warga, kalau skala mikro itu saling jaga, dibandingkan skala besar," kata Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana, Selasa (15/9).

Baca Juga

Ia menilai, penerapan PSBMK dinilai lebih ampuh dalam menekan jumlah kasus di suatu wilayah tertentu dibandingkan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Menurutnya, indikator sebuah wilayah bisa diterapkan PSBMK yakni apabila tren kasus Covid-19 cukup luar biasa.

Saat ini, kasus Covid-19 memang sedang meningkat, namun menurutnya kasus itu tersebar di seluruh kecamatan dan tidak terpusat. "Belum ada (kecamatan yang akan PSBMK), karena sebetulnya kalau disebar itu positif aktifnya 210, tersebar di 30 Kecamatan," katanya.

Sejauh ini, Pemkot Bandung memutuskan memperketat pengawasan selama masa adaptasi kebiasaan baru (AKB). Dengan begitu, masyarakat bakal menerapkan dengan ketat protokol kesehatan Covid-19.

"Kunci menekan penyebaran itu lewat penggunaan masker, insya Allah tidak menularkan dan tidak tertular," kata dia.Berdasarkan Pusat Informasi Covid-19 Kota Bandung, saat ini tercatat ada 222 kasus positif aktif Covid-19, dengan jumlah kumulatif hampir menyentuh 1.000 kasus Covid-19.

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement