Kamis 03 Sep 2020 22:59 WIB

3 ASN Kabupaten Bekasi Positif Covid-19, 1 Sembuh

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi menyebut ASN yang terpapar umumnya OTG

Rep: Uji Sukma Medianti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN).  Tiga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi positif Covid-19. Satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, Kamis (3/9).
Foto: mgrol100
Ilustrasi Aparatur Sipil Negara (ASN). Tiga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi positif Covid-19. Satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, Kamis (3/9).

REPUBLIKA.CO.ID, BEKASI -- Tiga pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Bekasi positif Covid-19. Satu di antaranya sudah dinyatakan sembuh. Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, Kabupaten Bekasi, dr Alamsyah, Kamis (3/9).

“Ada tiga orang (PNS yang terpapar Covid-19),” ujar Alamsyah,” kepada wartawan.

Tiga orang tersebut berasal dari instansi yang berbeda, yakni satu orang di Dinas Kesehatan, satu orang di Dinas Ketenagakerjaan, dan satu orang lainnya di Dinas Perindustrian.

“Dari Disnaker sudah sembuh Juli lalu,” ujarnya.

Alamsyah menuturkan, rata-rata ASN yang terpapar adalah orang tanpa gejala (OTG). Mereka diketahui terinfeksi Covid-10 dari hasil tracing kontak erat yang positif.

Pemkab Bekasi juga telah menelusuri orang-orang yang kontak langsung dengan ketiga ASN tersebut. Mulai dari keluarga maupun pegawai di lingkungan Pemkab yang melakukan kontak erat dengan ketiga orang tersebut.

Meski demikian, pelayanan di lingkungan area Pemerintah Kabupaten Bekasi hingga kini masih tetap beroperasi seperti biasanya. Kini Pemkab Bekasi menerapkan pembatasan kerja. Sehingga karyawan yang masuk ke kantor dibatasi 50 persen.

Selain itu, Pemkab Bekasi juga rutin lakukan penyemprotan disinfektan ke area perkantoran.  “50 persen sudah dilakukan, disinfektan telah rutin,” tutur dia.

Sebelumnya, menurut informasi yang beredar Wakil Juru Bicara Satgas Covid-19, yang juga ASN di Dinkes Kabupaten Bekasi, Irfan Maulana, dikabarkan terpapar corona. 

Dikatakan Alamsyah, Irfan melakukan tes usap atau polymerase chain reaction (PCR) pada 31 Agustus kemarin.“Iya (yang bersangkutan) swab tanggal 31 Agustus,” jelas Alamsyah saat dikonfirmasi Republika, Kamis (3/9).

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement