Selasa 01 Sep 2020 17:54 WIB

Wiku: Daerah Risiko Tinggi Naik Jadi 65 Kabupaten/Kota

Kenaikan jumlah daerah dengan risiko tinggi terjadi dalam sepekan terakhir .

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Andi Nur Aminah
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyampaikan terjadinya kenaikan jumlah daerah dengan risiko tinggi dalam sepekan terakhir. Sebanyak 65 kabupaten/kota kini menjadi daerah dengan risiko tinggi dari yang sebelumnya hanya 32 kabupaten/kota.  

“Kami bandingkan dengan seminggu sebelumnya dan terlihat bahwa sebelumnya ada 32 kabupaten kota dengan risiko tinggi dan sekarang naik cukup besar menjadi 65 kabupaten kota dengan risiko tinggi,” ujar Wiku saat konferensi pers di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (1/9).

Baca Juga

Wiku menyebut, daerah dengan risiko tinggi tersebut naik cukup pesat dari 6,32 persen menjadi 12,65 persen. Sedangkan kabupaten kota dengan risiko sedang juga mengalami kenaikan dari 222 daerah menjadi 230 daerah. Dan daerah yang tidak terdampak Covid-19 menurun dari 30 daerah menjadi 26 kabupaten/kota.

“Sedangkan zona tidak terdampak atau hijau turun dari 13,82 persen menjadi 13,22 persen. Terlihat bahwa zona dengan risiko sedang naik dari 43,19 persen menjadi 44,75 persen. Dan kuning atau risiko rendah dari 36,77 persen turun menjadi 29,38 persen,” paparnya.

Wiku pun meminta daerah yang kini masuk dalam kategori risiko tinggi agar berupaya keras mengendalikan penyebaran penularan Covid-19. Lebih lanjut, ia menyebut sebanyak 26 kabupaten/kota yang tidak terdampak atau berada pada zona hijau merupakan daerah di kepulauan.

“Karena pengendalian kasus di kepulauan mungkin lebih mudah dibanding daratan di mana mobilitas penduduk lebih tinggi,” ucap Wiku.

 

 

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement