Senin 31 Aug 2020 18:44 WIB

Dua Sekolah di Solok Selatan Ditutup karena Kasus Covid-19

Keluarga dari guru di sekolah yang ditutup diketahui ada yang positif Covid-19

Red: Nur Aini
Covid-19 (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Covid-19 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG ARO -- Dua sekolah di Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat ditutup dan menghentikan belajar tatap muka untuk sementara waktu, karena ada keluarga dari warga positif Covid-19 yang belajar dan mengajar di sekolah tersebut.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Solok Selatan Novrizon mengatakan pihaknya sudah menelpon langsung dan menyurati pimpinan dua sekolah tersebut agar ditutup sementara, menghentikan belajar tatap muka, dan diganti dengan pembelajaran daring.

Baca Juga

"Untuk menekan penyebaran Covid-19 dan menghindari sekolah menjadi klaster penyebarannya maka dua sekolah yang ada keluarga pasien positif virus corona untuk ditutup sementara," ujarnya di Padang Aro, Senin (31/8).

Dua sekolah yang ditutup sementara yaitu SD IT Marhamah di Batang Labuah dan SMP Negeri 19 Solok Selatan yang di Mudiak Lawe Nagari Sako Utara Pasia Talang Kecamatan Sungai Pagu. Dia menerangkan, dua pelajar yang sudah terkonfirmasi positif Covid-19 MZI (17 tahun) laki-laki, serta SWG (15 tahun) perempuan, adalah anak dari YN yang bekerja sebagai guru di SMP 19 Solok Selatan. Sedangkan, TA (13 tahun) laki-laki merupakan murid kelas VI SDIT Marhamah dan merupakan adik dari dua yang terpapar positif Covid-19.

Ketua Yayasan Marhamah Solok Selatan, Daslinar membenarkan sekolahnya ditutup sementara karena murid kelas VI sekolahnya yang berinisial TA (13 tahun) laki-laki adalah keluarga dari yang sudah dinyatakan terpapar Covid-19.

"Pagi tadi saya mendapat informasi dari kepala sekolah, terkait permintaan Kadisdikpora untuk menutup sementara sekolah, karena ada satu siswa yang merupakan keluarga dari yang terpapar Covid-19," ujarnya.

Sementara, Kepala Sekolah SD IT Marhamah Zewita Maria, mengatakan pihaknya menutup sekolah sementara hingga hasil tes usap dari siswa dan keluarganya keluar.

"Kami sudah mengeluarkan surat edaran yayasan dan sekolah kepada seluruh orang tua murid terkait penutup sekolah," ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman mengatakan pihaknya hari ini melakukan tracing terhadap tujuh orang keluarga dan tiga orang karyawan toko buku.

"Tercatat 10 orang kontak erat yang kami lakukan tes usap hari ini," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement