Jumat 21 Aug 2020 17:18 WIB

Calon Kepala Daerah PDIP Digembleng Materi Pancasila

Calon kepala daerah diminta memahami kepemimpinan pancasilais.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Agus raharjo
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai mengahadiri deklarasi pengusungan Muhamad-Saras untuk Pilkada Tangsel di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (18/8).
Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto usai mengahadiri deklarasi pengusungan Muhamad-Saras untuk Pilkada Tangsel di Serpong, Kota Tangerang Selatan, Selasa (18/8).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) membuka sekolah partai bagi pasangan calon kepala daerah gelombang pertama pada Jumat (21/8). Sekolah bagi para calon kepala daerah itu dilakukan secara daring di tengah pandemi virus SARS-CoV-2 alias Covid-19.

"Para pasangan calon kepala daerah itu akan digembleng materi terkait Pancasila, kebangsaan, politik, strategi pemenangan pilkada dan sejarah Indonesia," kata Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (21/8).

Hasto menjelaskan, sekolah partai merupakan tradisi PDIP untuk memberikan materi sekaligus pembelajaran kepada para calon kepala daerah tentang politik kebangsaan. Menurutnya, sekolah tersebut akan diselenggarakan lima hari berturut-turut dengan tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Kepada Megawati, Hasto mengatakan bahwa para pasangan calon kepala daerah sudah menyepakati kontrak sekaligus tata tertib sekolah partai. Dia mengungkpakan bahwa 129 peserta sekolah siap menerima sanksi dipecat sebagai calon kepala daerah apabila melakukan tindakan indisipliner organisasi.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa setiap pasangan calon kepala daerah harus memahami kepemimpinan ideologis pancasilais. Presiden kelima RI itu juga meyakini bahwa semua calon paham bahwa legitimasi kepemimpinan yang terpenting harus berasal dari rakyat untuk rakyat dan dengan rakyat.

"Waktu saya berikan rekomendasi, saya kan bertanya apa maksud kalian maju jadi pemimpin daerah, kalau hanya untuk harta, kalau hanya untuk jabatan kekuasaan, saya yakin bahwa Anda nggak mungkin akan terpilih dua kali," katanya.

Berita Lainnya
Terpopuler

Rekomendasi