Rabu 19 Aug 2020 00:06 WIB

Dikritik Gus Mus Soal Bendera, Pemkab Rembang: Matur Nuwun

Intinya pemda merasa senang dan matur nuwun Gus Mus kerso memberikan masukan.

Rep: Ali Mansur / Red: Agus Yulianto
KH Mustofa Bisri (Gus Mus)
Foto: Antara/Zarqoni Maksum
KH Mustofa Bisri (Gus Mus)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menanggapi kritikan Mustasyar PBNU Kiai Haji Mustofa Bisri atau akrab disapa Gus Mus terkait pemasangan bendera di Alun-alun Kota Rembang saat Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke-75. Pemkab pun mengucapkan banyak terima kasih atas kritikan Gus Mus tersebut. Namun, mereka memiliki alasan, kenapa di alun-alun tak ada bendera Merah Putih saat itu.

"Intinya pemda merasa senang dan matur nuwun Gus Mus kerso memberikan masukan. Sehingga kami beserta komponen masyarakat bisa segera merespon dawuh Gus Mus dengan memasang bendera dan umbul umbul agar regeng sebelum detik detik proklamasi," ujar Pejabat sementara (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Achmad Mualif saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (18/8).

Bahkan, kata Mualif, Selasa pagi Bupati dan Wakil Bupati dan dirinya sowan kepasa Gus Mus untuk mendengarkan lebih lanjut dawuh-dawuh dari Gus Mus. Mulaif menceritakan, memang biasanya, dari tahun ke tahun upacara 17 Agustus dipusatkan di alun alun. Jadi tentunya banyak bendera dan umbul umbul.

Sementara tahun ini sesuai juklak kan dipusatkan di halaman kantor bupati. Jadi, yang ramai dengan bendera dan spanduk ada di halaman kantor Bupati Rembang.

"Untuk suasana keseluruhan regeng, wong memang pemda juga mengeluarkan edaran agar kantor kantor pemerintah dan swasta mulai tingkat kabupaten sampai desa supaya memasang bendera sejak tanggal 1 Agustus. Meski tak lagi berpusat di alun-alun tetap meriah seperti biasa, hanya upacaranya di pindah ke halaman kantor Bupati dengan format protokol Covid-19," ujar Mulaif. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement