Rabu 22 Jul 2020 23:28 WIB

Disdik Ambon Siapkan Skema Belajar Siswa

Kendala yang dihadapi yakni keterbatasan akses internet dan fasilitas yang dimiliki.

Disdik Ambon Siapkan Skema Belajar Siswa. Foto: Pelajar mengikuti pembelajaran secara daring di Pos Kamling Digital di Arjosari, Malang, Jawa Timur, Selasa (21/7/2020). Warga setempat berinisiatif memasang jaringan internet nirkabel (wifi) gratis di pos kamling tersebut untuk membantu para pelajar yang mengikuti pembelajaran secara daring sekaligus menarik minat warga untuk ronda malam.
Foto: ANTARA/Ari Bowo Sucipto
Disdik Ambon Siapkan Skema Belajar Siswa. Foto: Pelajar mengikuti pembelajaran secara daring di Pos Kamling Digital di Arjosari, Malang, Jawa Timur, Selasa (21/7/2020). Warga setempat berinisiatif memasang jaringan internet nirkabel (wifi) gratis di pos kamling tersebut untuk membantu para pelajar yang mengikuti pembelajaran secara daring sekaligus menarik minat warga untuk ronda malam.

REPUBLIKA.CO.ID,AMBON -- Dinas Pendidikan (Disdik) kota Ambon menyiapkan skema belajar bagi para siswa di tengah pandemi Covid-19.

"Kita telah menyiapkan skema belajar bagi siswa di tahun ajaran baru 2020/2021 terutama di tengah pandemi Covid-19, " kata Kepala DisdikKota Ambon, Fahmy Salatalohy, Rabu (22/7).

Dikatakannya, dua metode pembelajaran yang ditetapkan pada masa belajar di rumah bagi siswa akibat dampak Covid-19 yakni secara daring dan jemput bola guru ke rumah siswa.

Metode pembelajaran dari jarak jauh dengan sistem daring dan kunjungan guru ke rumah merupakan hasil evaluasi dan koordinasi tim Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Ambon dengan seluruh kepala sekolah.

"Di pandemi Covid-19 metode pembelajaran yang akan diterapkan secara daringmaupun sistem jemput bola dengan cara guru mendatangi siswa untuk menyampaikan tugas, " katanya.

Fahmi menyatakan, metode jemput bola guru datang ke rumah siswa menyampaikan tugas, serta membuat dan menyusun jadwal berkelompok belajar dengan melihat kondisi di lapangan.

Dua metode pembelajaran ini merupakan upaya agar seluruh siswa tetap melakukan aktifitas belajar di rumah masing-masing, baik melalui sistem daring maupun offline.

Kendala yang dihadapi pihaknya yakni keterbatasan akses internet dan fasilitas yang dimiliki siswa perangkat ponsel android maupun laptop. "Kita tidak bisa sepenuhnya menerapkan sistem daring, karena tidak semua orang tua siswa memiliki penghasilan yang sama, bahkan dalam satu keluarga ada yang memiliki tiga anak jika sistem daring maka yang terjadi keterbatasan fasilitas ponsel android maupun laptop," ujar Fahmi.

Dia mengemukakan, Disdik Kota Ambon berupaya agar aktifitas pembelajaran tetap berjalan walaupun harus dilakukan dari rumah masing- masing. "Belum semua desa dan kelurahan di Ambon terhubung akses internet, terutama kecamatan yang jauh dari pusat kota, tetapi kita berupaya agar proses belajar tetap berjalan, " tandas Fahmi.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement