REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG -- Sedia payung sebelum hujan, seperti itu peribahasa untuk menggambarkan manfaat dari memiliki jaminan kesehatan sebelum jatuh sakit. Hal ini pula yang dirasakan oleh Sekretaris Dinas Sosial Provinsi Kepulauan Riau, H Endang Suhara yang belum lama ini menjalani operasi pemasangan ring jantung dengan menggunakan kartu JKN-KIS.
“Awalnya tiba-tiba saya terkena serangan jantung, kemudian saya dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau dengan menggunakan kartu JKN-KIS BPJS Kesehatan, dan ditanggung seluruhnya. Ketika dirawat di RSUD Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, saya dirawat dengan pelayanan yang sangat baik, dan apapun tindakan medis yang saya butuhkan selalu cepat dan segera. Pelayanannya memang sangat baik, luar biasa sekali BPJS Kesehatan dan rumah sakit,” cerita Endang Suhara kepada tim Jamkesnews, Kamis (16/7) saat ditemui di kantornya.
Endang Suhara melanjutkan ceritanya, bahwa pada hari kedua dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah Raja Ahmad Tabib Provinsi Kepulauan Riau, beliau terkena serangan jantung lagi hingga keadaan kritis dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Awal Bros Batam.
“Pada hari kedua saya terkena serangan lagi, hari ketiga saya kritis, kalau kata keluarga saya saya sudah menggunakan alat pacu jantung, pada saat itu keluarga saya tentu sudah cemas, cemas pada keadaan saya, cemas akan biaya, karena kita tahu biaya pengobatan sakit jantung itu sangat mahal,” lanjut Endang Suhara.
Endang Suhara melanjutkan cerita dari isterinya ketika dia dirujuk ke Rumah Sakit Awal Bross Batam. “Kemudian saya dirujuk ke RS Awal Bross, isteri saya semakin cemas, karena kan Rumah Sakit Awal Bross Batam itu swasta dan tentu biayanya sangat mahal kalau kita bayar sendiri. Isteri saya bercerita, setiap dia dipanggil oleh pihak rumah sakit dia cemas akan biaya, dia sampai gemetar, karena takut biaya yang harus dikeluarkan,” cerita Endang Suhara
Setelah Endang Suhara pulih dan pulang ke rumah, isterinya pun bercerita. “Wah Pak, luar biasa ya BPJS Kesehatan ini, mama hanya tanda tangan saja, setelah itu obat segala macam datang sendirinya, pengobatan papa juga lancar, ter-cover semuanya, padahal awalnya mama takut sampai gemetar setiap dipanggil pihak rumah sakit, tentu biaya nya sangat mahal kalau dibayar sendiri,” ujar Endang mengulang kembali ucapan isterinya.
Rasa syukur dan terima kasih Endang Suhara atas manfaat dari Program JKN-KIS yang telah dia alami sendiri sendiri menjadi pemicu bagi Endang Suhara untuk memotivasi keluarga dan tetangganya yang datang menjenguknya ketika sakit agar segera mendaftar menjadi peserta JKN-KIS.
“Karena manfaatnya dapat kita rasakan ketika kita sakit, kalau bagi orang yang sehat memang seakan-akan tidak butuh, padahal kita tidak tahu kapan penyakit akan datang. Dan bagi yang sehat yang belum memanfaatkan kartu JKN-KIS, iurannya adalah untuk membantu saudara kita yang sakit,” tutupnya.