Ahad 19 Jul 2020 10:56 WIB

Khawatir Beras Habis, Risma Galakan Tanam Makanan Pendamping

Wali Kota Surabaya menyiapkan program kedaulatan pangan hadapi pandemi Covid-19.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bayu Hermawan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini
Foto: Antara/Didik Suhartono
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengaku telah menyiapkan program kedaulatan pangan untuk menghadapi pandemi Covid-19. Risma mengatakan, program tersebut disiapkan sebagai bentuk antisipasi. Sehingga ketika sewaktu-waktu kebutuhan beras di Kota Surabaya tak lagi mencukupi, masyarakat tetap bisa mengkonsumsi karbohidrat.

Risma menjelaskan, program kedaulatan pangan yang dimaksud adalah menggalakan menanam makanan pendamping beras. Seperti ketela pohon, ketela rambat, talas, sukun, pisang, dan sebagainya. Sehingga, kata dia, ke depan diharapkan masyarakat tak hanya mengkonsumsi beras sebagai makanan pokok sehari-hari

Baca Juga

"Saya juga belajar ini bagaimana makanan beras ini bisa dicampur. Kami juga membuat resep mie dari talas, mie dari ketela pohon, mie dari ketela rambat. Sehingga nanti warga mungkin bisa memakan makanan yang selain beras, bisa yang lain," kata Risma di Surabaya, Ahad (19/7).

Risma menjabarkan, dalam satu bulan kebutuhan beras warga di Surabaya sekitar 16.682.060 kilogram. Menurutnya, jika konsumsi masyarakat terlalu bergantung pada beras, dikhawatirkan dapat berdampak pada kurangnya bahan pangan di masyarakat. Terlebih di masa pandemi seperti saat ini.

 

Meski demikian, Risma tak berharap kebutuhan beras di Kota Surabaya tak mencukupi. Risma menegaskan program yang dilakukan sebagai bentuk antisipasi saja. Terkait makanan pendamping beras, Risma mengaku telah melakukan penanaman di beberapa titik, dengan memanfaatkan lahan kosong yang dimiliki Pemkot Surabaya.

"Kita akan tanami juga di Balai Kota, nanti lahan-lahan ini akan kita tanami padi, tales, selain itu kita juga tanam di bekas tanah ganjaran (bekas tanah kas desa). Kita sudah tanam pisang, sukun, padi, ketela rambat, talas," ujarnya.

Risma juga mengaku telah menjalin kerja sama dengan beberapa pihak yang memiliki lahan kosong tak terpakai. Lahan-lahan itu yang juga dimanfaatkan sebagai lokasi penanaman. "Jadi kita sudah tanam di lahan-lahan kosong itu. Kita juga pakai alat berat untuk nyemprotnya, ada mobil PMK, mobil tangki air. Ada di beberapa tepi sungai juga kita tanami,” katanya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang mengungkapkan, sejak 28 Mei 2020 pihaknya telah gencar melakukan penanaman berbagai bahan pangan. Penanaman dilakukan dengan memanfaatkan lahan kosong, utamanya sebagai tempat urban farming.

Herlambamg mengatakan, penanaman dilakukan mulai dari rusun, bantaran sungai hingga Bekas Tanah Kas Desa (BTKD). Setidaknya ada puluhan titik lokasi yang telah ditanami. Yakni, Bantaran Sungai Jambangan, Bantaran Sungai Kebon Agung, Kecamatan Jambangan, BTKD Jambangan, persil 12 RW BTKD Kelurahan Kebraon, BTKD Menanggal Timur, Dukuh Menanggal, BTKD Kelurahan Jeruk, BTKD Kebraon dan BTKD Sumberejo.

Herlambang menyebut, penanaman bahan pangan itu juga dilakukan di Taman Hutan Raya (TAHURA) dan Kebun Raya Mangrove (KRM). Selain itu pula di Halaman Taman Surya Balai Kota Surabaya juga ikut ditanami ratusan ketela rambat dan ribuan batang padi.

"Masing-masing wilayah beragam yang ditanam. Ada yang ketela rambat, ketela pohon, pohon pisang, bahkan ada juga ketiganya ditanam di sana," ujarnya.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement