Rabu 15 Jul 2020 11:43 WIB

Serapan Bansos Tahap II di Jawa Barat Baru 14,5 Persen

Alokasi bansos tahap dua di Jawa Barat mencapai 1,3 juta bantuan.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Friska Yolandha
Petugas pos dan ojek online (ojol) membawa paket bansos Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyatakan serapan bantuan sosial (bansos) tahap kedua baru mencapai 14,5 persen.
Foto: Humas Pemprov Jawa Barat
Petugas pos dan ojek online (ojol) membawa paket bansos Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyatakan serapan bantuan sosial (bansos) tahap kedua baru mencapai 14,5 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemprov Jawa Barat (Jabar) menyatakan serapan bantuan sosial (bansos) tahap kedua baru mencapai 14,5 persen. Sementara, jumlah yang sudah didiatribusikan mencapai 55,6 persen.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Jawa Barat (GTPP Jabar), Berli Hamdani, alokasi bansos tahap dua mencapai 1,3 juta bantuan. Yang sudah didisteibusikan mencapai 200.004 bantuan. Sisanya masih dalam perjalanan atau proses distribusi.

Baca Juga

"Sisanya sudah didistribusikan dengan 395 yang diretur. Kalau dari alokasi, maka presentase serapannya itu adalah 14,5 persen. Sementara didistribusikan kita sudah mendistribusikan sekitar 55,6 persen," ujar Berli kepada wartawan, Rabu (15/7).

Berli melanjutkan, lima lembar masker di paket bansos diproduksi oleh produsen level industri. Hal itu dilakukan, karena pengadaan maskernya diperlukan dalam waktu yang sangat cepat. 

Selain itu, kata dia, kebutuhan sangat banyak. Serta, harus sudah punya izin edar untuk memenuhi spesifikasi teknis dari persyaratan masker yang baik.

"Untuk UMKM kita alokasikan yang gerakan 10 juta masker yang dalam waktu dekat akan diluncurkan oleh Pemprov Jabar dalam rangka kampanye penggunaan masker di masyarakat. Itu, baru akan diproduksi oleh UMKM," paparnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement