Jumat 10 Jul 2020 16:35 WIB

Dzakwan Kecil Terbantu JKN-KIS untuk Kemoterapi Leukimia

Sejak dua tahun, Dzakwan harus melewati kemoterapi untuk penyakit Leukimia stadium 2

Erik Eko Cahyono (35 tahun) ayah dari Dzakwan Azhar, peserta JKN-KIS dan juga pasien leukimia stadium 2
Foto: BPJS Kesehatan
Erik Eko Cahyono (35 tahun) ayah dari Dzakwan Azhar, peserta JKN-KIS dan juga pasien leukimia stadium 2

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional–Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) sejak tahun 2014 merupakan suatu hal yang sangat disyukuri oleh Erik Eko Cahyono (35 tahun). Dirinya mengaku sangat terbantu dengan adanya Program JKN-KIS yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan ini.

Ia menceritakan pengalaman anaknya ketika sakit, saat itu usia anak semata wayangnya berusia sekitar dua tahun, ketika itu ditemukan bercak-bercak merah di badannya, kemudian diperiksakan ke dokter di kota Kediri tempat anaknya tinggal, namun belum kunjung sembuh. Dibawalah balita tersebut ke rumah sakit di kota Malang.

Sejak saat itu diketahui bahwa balita bernama Moch. Dzakwan Azhar tersebut menderita kanker darah atau Leukimia stadium 2. Saat itu tubuh kecilnya mulai mengurus karena Dzakwan tidak mau makan dikarenakan sakit ditubuhnya. 

Kondisi balita tersebut makin parah. Dokter di RS Swasta tersebut menginformasikan kepada Erik apabila anaknya memerlukan pengobatan yang tidak sebentar, perlu waktu lama dan kontinyu.

Hari berganti hari, Erik mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk pengobatan Dzakwan. Diapun akhirnya memutuskan mendaftarkan keluarganya untuk menjadi peserta JKN KIS. Ia pun segera mendaftar dengan melengkapi persyaratan yang diperlukan, ia mendapatkan info tersebut dari tetangganya.

“Pada waktu itu, yang saya pikirkan adalah pengobatan anak saya yang lama dan membutuhkan biaya yang tidak murah. Sesuai dengan prosedur yang ada, saya coba menggunakan kartu JKN KIS yang saya dapat,’’ungkap pria paruh baya ini.

Sejak memakai kartu JKN KIS tersebut pengobatan kemoterapi yang rutin dijalani oleh balita Dzakwan tidak dipungut biaya sedikitpun. Erik sangat diuntungkan dengan mengikutkan seluruh keluarganya menjadi peserta JKN KIS. Iuran yang ia bayarkan selama ini tak sebanding dengan biaya pengobatan anak balitanya. Ia pun berharap agar masyarakat menyadari bahwa pentingnya perlindungan jaminan kesehatan untuk seluruh anggota keluarga.

“Bagi saya, memanfaatkan JKN KIS ini sama dengan yang sehat menyelamatkan yang sakit, begitu kan sistemnya kalau saya tidak salah,’’ ujar Erik sembari memamerkan Kartu JKN-KIS milik putranya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement