Jumat 26 Jun 2020 07:15 WIB

Menhub Minta Pengelola Bandara Soetta Jaga Kepercayaan

Pengelola Bandara Soekarno Hatta diminta jaga kepercayaan masyarakat saat pandemi

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Christiyaningsih
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Dirjen Perhubungan Udara Novie Rianto (kiri) meninjau kesiapan pelaksanaan tatanan normal baru di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/6/2020). PT Angkasa Pura II selaku pengelola menyiapkan sejumlah fasilitas baru di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai persiapan menghadapi penerapan tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19, seperti pusat kesehatan untuk rapid test dan swab test, mesin penjual otomatis penyedia alat pelindung diri dan alat pembayaran nontunai.
Foto: ANTARA/MUHAMMAD IQBAL
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (tengah) didampingi Dirjen Perhubungan Udara Novie Rianto (kiri) meninjau kesiapan pelaksanaan tatanan normal baru di Terminal 2 Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (25/6/2020). PT Angkasa Pura II selaku pengelola menyiapkan sejumlah fasilitas baru di Bandara Soekarno-Hatta, sebagai persiapan menghadapi penerapan tatanan normal baru di tengah pandemi COVID-19, seperti pusat kesehatan untuk rapid test dan swab test, mesin penjual otomatis penyedia alat pelindung diri dan alat pembayaran nontunai.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG — Pengelola Bandara Soekarno Hatta (Soetta) diminta jaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi udara di masa pandemi Covid-19. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi berharap tidak ada lagi peristiwa yang membuat kepercayaan masyarakat pudar menggunakan jasa transportasi udara.

“Saya sampaikan kepada para operator bandara maupun maskapai agar bisa menjaga kepercayaan masyarakat. Jangan sampai pengguna memiliki pengalaman yang tidak baik," ujarnya saat kunjungan kerja di Bandara Soekarno Hatta, Kamis (25/6).

Baca Juga

Dirinya mencontohkan salah satu kasus adalah peristiwa desak-desakan para calon penumpang di Bandara Soekarno Hatta beberapa waktu lalu. ”Tidak ada jaga jarak, berdesak-desakan, dan pengalaman tidak menyenangkan lainnya. Kalau itu terjadi mereka nanti akan kapok untuk datang ke bandara dan yang rugi adalah operator juga,” katanya.

Di samping itu, ia juga mengapresiasi Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Soekarno Hatta yang mulai memanfaatkan teknologi digital. Kini bandara sudah menyediakan pemeriksaan dokumen perjalanan dengan aplikasi digital yang dinamakan Travelation.

Melalui aplikasi Travelation, calon penumpang pesawat bisa lebih mudah melakukan verifikasi dokumen perjalanan dengan mengunggah dokumen. Seperti KTP, tiket penerbangan, dan surat hasil rapid test atau tes swab.

Lebih lanjut, Budi juga ingin memastikan petugas Bandara Soekarno-Hatta sigap dalam menangani kebiasaan baru di dunia penerbangan saat pandemi Covid-19. Mengingat kondisi pandemi virus corona di Indonesia saat ini belum menunjukkan indikator penurunan jumlah kasus.

“Saya ingin memastikan juga pengawasan dan pengendalian oleh petugas di lapangan telah dijalankan baik dalam situasi normal maupun saat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement