Rabu 24 Jun 2020 05:53 WIB

Mensos Serahkan Sembako ke Warga Ber KTP Non Tangsel

Kemensos tidak menutup kemungkinan bagi warga dengan KTP di luar Jabodetabek

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Hiru Muhammad
Mensos Juliari P Batubara bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin dan Wali Kota Tangsel Airin menyerahkan bansos sembako presiden tahap lima di Serpong, Tangsel, Selasa (23/6)
Foto: Humas Kemensos
Mensos Juliari P Batubara bersama Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos RI Pepen Nazaruddin dan Wali Kota Tangsel Airin menyerahkan bansos sembako presiden tahap lima di Serpong, Tangsel, Selasa (23/6)

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN — Menteri Sosial Juliari P. Batubara menyerahkan bantuan sosial (bansos) sembako kepada warga berKTP luar Tangerang Selatan (Tangsel). Sekitar 1.164 paket sembako diberikan secara simbolis kepada warga RW 02 Kelurahan Rawa Buntu, Serpong, Tangsel.

"Prinsipnya, pemerintah daerah yang paling paham kondisi di daerahnya sendiri, siapa yang paling berhak menerima, kondisinya seperti apa," kata Juliari saat penyerahan sembako di Kelurahan Rawa Buntu, Tangerang Selatan, Selasa (23/6).

Dalam berbagai kesempatan, Mensos Juliari juga kerap menyampaikan bahwa Kemensos tidak menutup kemungkinan bagi warga dengan KTP di luar Jabodetabek diberi sembako selama benar-benar terdampak Covid-19.

"Kami (Kemensos) hanya menganggarkan dan menyalurkan saja, kebetulan karena program ini berlanjut, sampai Desember, kita harapkan yang sudah baik ini pendataannya akan lebih baik lagi, akan lebih tepat lagi," ujarnya.

Mensos, yang hadir didampingi Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial, Pepen Nazaruddin, menyerahkan paket sembako secara simbolis kepada warga RW 02 Kelurahan Rawa Buntu. Tidak hanya itu, penyerahan juga dilakukan dengan menyambangi langsung rumah-rumah warga guna memastikan sembako sampai ke tangan penerima.

Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany menyampaikan ungkapan terima kasih dari masyarakat kepada Kemensos. "Pada kesempatan yang baik ini juga, saya berterimakasih atas nama masyarakat, dimana Kemensos tidak pernah kaku untuk data," kata Airin.

Lebih lanjut, manakala memang ada yang terdampak di bulan ini, pemerintah daerah setempat mengkonfirmasi kebenaran datanya dan mengajukan data penerima tersebut ke pusat. Data yang disebut Airin ditunjukkan melalui salah satu warga berKTP di luar Tangsel yang disambangi Mensos.

"Ini contohnya, (penerima) di sini baru kita masukkan karena dia tidak berKTP Tangsel, tapi terdampak, dan kita usulkan, lalu direspon cepat oleh Kemensos," jelasnya.

Sementara itu, Redi Wahyudi (34 tahun), warga non Tangsel beruntung sembakonya diantar langsung ke rumahnya oleh Mensos. Redi merupakan warga perantau asal Palembang, Sumatera Selatan yang kini tinggal di Tangsel.

"Saya KTP daerah Sumatera Selatan, (disini) cuma ngontrak. Sementara tinggal di Tangsel untuk bekerja,” ujar Redi.

Ia menceritakan pertama kali didata oleh Ketua RT setempat sebagai calon penerima bansos sembako. Keluarganya masuk sebagai penerima bansos karena kondisi saat ini memaksa ia dan keluarganya tak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Jadi, ini penambahan, (sembako) ini seharusnya untuk orang-orang dengan KTP Tangsel, sedangkan saya bukan (KTP) Tangsel, Pak RT minta KTP dan KK, terus mungkin dilihat kami bukan orang mampu, dari situ kami didata,” jelasnya

Mengaku sudah empat tahun terakhir tinggal di Tangsel, dan pekerjaannya sebagai satpam pada sebuah perusahaan terdampak akibat Covid-19. Ia dan keluarga bersyukur mendapat sembako seperti warga Tangsel lainnya.

“Kami bersyukur sekali, soalnya kami bukan orang setempat, tapi karena kebijakan RT yang meninjau langsung ke warganya, jadi kami dapat,” ungkap Redi.

 

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement