Selasa 23 Jun 2020 07:04 WIB

Destinasi Wisata Alam Bakal Dibuka Bertahap

Menpar mewanti-wanti pengelola dan pemda saat destinasi wisata alam dibuka lagi

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Esthi Maharani
Wishnutama Kusubandio
Foto: istimewa
Wishnutama Kusubandio

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebanyak 29 taman nasional dan taman wisata alam akan dibuka secara bertahap hingga pertengahan Juli mendatang. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio mewanti-wanti pengelola dan pemerintah daerah untuk menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Jangan sampai dalam pelaksanaan nanti malah terjadi peningkatan kasus Covid-19 baru. Ini sektor yang sangat bergantung pada kepercayaan domestik dan internasional," kata Wishnutama dalam Konferensi Pers Rencana Pembukaan Kawasan Pariwisata Konservasi, Senin (22/6).

Ia menekankan, kesiapan pemerintah daerah dan pelaku industri setempat amat penting dalam menjalankan protokol. Adapun protokol kesehatan di kawasan destinasi alam telah resmi diluncurkan dan tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/382/2020.

"Memperbaiki protokol bisa satu, dua hari. Tapi, kembalikan rasa kepercayaan butuh waktu cukup lama. Jika tidak hati-hati, dampak ekonomi lebih buruk nantinya," tegasnya.

Wishnutama menjelaskan, pemerintah mengambil langkah pembukaan kawasan wisata alam karena banyak pelaku industri yang dalam tiga bulan terakhir sangat terdampak. Tentunya, kawasan yang dibuka adalah yang terletak di wilayah risiko rendah penularan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya, mengatakan, pemerintah pusat dan daerah sudah melakukan pengecekan terhadap 29 taman nasional dan taman wisata alam. Puluhan kawasan itu tersebar di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan, dan Bali.

Pasca diumumkan kawasan yang akan dibuka, Siti bakal menuliskan surat untuk memberikan perintah kepada seluruh jajaran agar mendukung rencana tersebut sesuai ketentuan protokol di lapangan. Adapun sisa taman nasional lainnya yang belum dibuka, akan terus dilakukan pemantauan sebelum diputuskan untuk kembali dibuka.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement