Rabu 17 Jun 2020 10:45 WIB

Keluarga Almarhum Ceritakan Makam Warga di Pinggir Jalan

Sejumlah makam di jalan umum di Pisangan Lama, Jaktim sempat viral di medsos.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Pemakaman di jalan umum di Pisangan Lama, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.
Foto: @ardibhironx
Pemakaman di jalan umum di Pisangan Lama, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keluarga almarhum mengemukakan keberadaan sejumlah makam di jalan umum di Pisangan Lama, Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur (Jaktim), terjadi akibat alih fungsi lahan. Lokasi makam itu sempat viral di media sosial (medsos), khususnya di Twitter, @ardibhironx setelah akun mengunggah foto dan video makam di depan rumah dan di samping jalan kampung itu.

"Dulu ada kebun, tanah kosong yang diwakafkan menjadi pemakaman warga, lalu ke sini-sininya muncul kontrakan," kata keluarga almarhum, Safitriani (36 tahun) saat ditemu di Jakarta, Rabu (17/6).

Perempuan yang disapa Fitri itu adalah cicit dari almarhum Mardjuki yang makamnya saat ini berada di tepi jalan umum RT 03 RW 04 Pisangan Lama, Kelurahan Pisangan Timur. Makam kakek buyut Fitri berdampingan dengan makam lainnya atas nama Nasyir.

Tidak jauh dari dua makam itu terdapat satu makam lainnya tanpa batu nisan di antara lintasan jalan beraspal. "Kata nenek saya, makam itu sudah ada sejak 80 tahun yang lalu. Itu pemakaman warga daerah Pisangan. Kan orang Betawi banyak tanahnya," katanya.

Seiring waktu, kepadatan penduduk di lingkungan setempat mengakibatkan area pemakaman warga beralih fungsi menjadi kawasan padat hunian. Fitri mengatakan, sebagian rumah penduduk di RT 03 RW 04 banyak yang berdiri di atas kuburan, meskipun sebagian jasad telah direlokasi pihak keluarga.

Sejak Fitri kecil, hunian kian bertambah di lokasi itu serta jaringan jalan semakin meluas. "Makam kakek buyut saya itu adanya tepat di depan rumah artis Abdel (putra dari Mamah Dedeh)," katanya.

Terkait kesediaan Pemkot Jaktim untuk merelokasi makam, Fitri mengaku tidak berwenang menyampaikan pendapatnya. "Nenek saya masih hidup sampai sekarang, mungkin bisa juga om saya yang berpendapat," kata Fitri.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement