Selasa 16 Jun 2020 09:14 WIB

175 Tenaga Medis Jatim Positif Covid-19, 6 Meninggal

Tenaga medis Jatim yang terpapar Covid-19 mulai dari dokter hingga supir ambulans

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas menyiapkan liang lahat untuk jenazah kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur.  Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengungkapkan, ada 175 tenaga medis di wilayah setempat yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, kata Kohar, enam orang di antaranya meninggal dunia, atau setara tiga persen dari total tenaga medis yang terpapar.
Foto: Zabur Karuru/ANTARA FOTO
Petugas menyiapkan liang lahat untuk jenazah kasus COVID-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Surabaya, Jawa Timur. Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengungkapkan, ada 175 tenaga medis di wilayah setempat yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, kata Kohar, enam orang di antaranya meninggal dunia, atau setara tiga persen dari total tenaga medis yang terpapar.

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengungkapkan, ada 175 tenaga medis di wilayah setempat yang terpapar Covid-19. Dari jumlah tersebut, kata Kohar, enam orang di antaranya meninggal dunia, atau setara tiga persen dari total tenaga medis yang terpapar.

"Sebanyak enam orang meninggal atau 3 persen dari total kasus, 119 orang atau 68 persen sembuh dan 50 orang atau 29 persen sisanya masih dirawat," kata Kohar di Surabaya, Selasa (16/6).

Kohar merinci, dari total tenaga medis yang terpapar, 45 orang di antaranya bertugas di Surabaya. Kemudian 19 tenaga medis di Kabupaten Lamongan, 12 di Kabupaten Pasuruan, 12 di Sidoarjo, 8 di Kabupaten Tulungagung, 8 di Kota Malang, dan 6 di Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, lima tenaga medis terpapr di Kabupaten Gresik, lima di Lumajang, lima di Tuban, empat di Kabupaten Malang, empat di Ponorogo, dan empat di Kota Probolinggo. Kemudian tiga tenaga medis masing-masing di Kabupaten Blitar, Jember, Bangkalan, Jombang, Kediri, Madiun, Mojokerto, Nganjuk, Pamekasan dan Kota Mojokerto.

 

Selanjutnya, ada dua tenaga medis yang terpapar di Kota Kediri, dua di Pasuruan, dan sisanya tenaga medis di Bojonegoro, Bondowoso, Magetan, dan Trenggalek. Kohar menegaskan, data tersebut merupakan hasil tracing yang dilakukan timnya. Mereka yang terpapar terdiri dari dokter, perawat, bidan, apoteker, admin rumah sakit, petugas laboratorium, cleaning service kamar, hingga sopir ambulan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement