Sabtu 13 Jun 2020 14:05 WIB

Sandiaga Minta Anak Muda Tetap Produktif dari Rumah

Anak muda harus selalu mempelajari keahlian baru.

Rep: Ronggo Astungkoro/ Red: Indira Rezkisari
Sandiaga Uno ajak muda terus belajar dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19.
Foto: Republika/Prayogi
Sandiaga Uno ajak muda terus belajar dan berinovasi di tengah pandemi Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, mengatakan, masa pandemi seharusnya membuat anak muda lebih produktif dan kreatif untuk menciptakan lapangan kerja. Menurut dia, dengan adanya pandemi masyarakat jadi mengenal istilah ekonomi yakni ekonomi sirkular.

“Pada masa pandemi ini ternyata juga menimbulkan sisi-sisi kemanusiaan dari diri kita untuk lebih memperhatikan ekonomi masyarakat sekitar. Kalau kita konsisten menolong sesama, ekonomi kita akan kuat," ungkap Sandi dalam talkshow daring, dikutip Sabtu (13/6).

Baca Juga

Pengagas Rumah Siap Kerja itu berpesan kepada anak muda Indonesia untuk selalu produktif mempelajari keahlian baru. Anak muda Indonesia juga ia minta untuk terus berinovasi menghasilkan karya-karya terbaik dan membangun jaringan yang dapat bermanfaat untuk masa depan mereka.

“Walaupun di rumah, justru kita harusnya memaksa diri kita untuk lebih produktif dan menghasilkan karya-karya terbaik. Caranya kita harus membuat rencana harian kerja dan melakukan evaluasi. Dan kita juga bisa mengikuti pelatihan dan juga kelas-kelas online untuk mempelajari skill-skill baru seperti yang diadakan di Rumah Siap Kerja,” ujar Sandi.

Sandi mengatakan hal tersebut dalam kegiatan talkshow bertajuk "Be Productive dan Innovative at Home" yang digagas bersama Rumah Siap Kerja kemarin, Jumat (12/6). Talkshow itu juga menghadirkan Puji Prabowo, selaku founder dari Kejar Aurora serta salah satu pelatih dari Rumah Siap Kerja.

Puji mengungkapkan, pandemi Covid-19 berdampak terhadap semua lini kehidupan, terutama karena diberlakukannya pembatasan sosial berskala besar (PSBB) sejak Maret lalu. Menurut Puji, pembatasan aktivitas tersebut pada akhirnya memaksa masyarakat untuk sadar untuk selalu beradaptasi dan belajar.

"Selain itu, kita juga menjadi sadar, kebutuhan mendasar manusia adalah kesehatan, sadar untuk menjadi lebih kreatif, harus selalu bisa beradaptasi. Yang tadinya gaptek, saat ini dipaksa untuk belajar online," ujar dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement