Jumat 12 Jun 2020 15:53 WIB

Pemprov Sumsel Kucurkan Anggaran Cegah Kebakaran Hutan

Ada 10 daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga menjadi fokus perhatian.

Kebakaran hutan (ilustrasi)
Foto: Istimewa
Kebakaran hutan (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan segera mengucurkan bantuan untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di provinsi itu terutama dalam menghadapi musim kemarau nanti.

Sekretaris Daerah Sumsel Nasrun Umar mengatakan untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan pihaknya akan mengirimkan bantuan antara lain berupa peralatan, sarana dan prasarana dalam mengantisipasi kebakaran tersebut.

"Apalagi Sumsel rawan terjadi bencana kebakaran hutan dan lahan sehingga kewaspadaan harus dimaksimalkan," kata Nasrun, Jumat (12/6).

Berdasarkan data, ada sepuluh daerah yang rawan kebakaran hutan dan lahan sehingga itu menjadi perhatian pihaknya supaya kebakaran tidak terjadi. Daerah yang berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan itu yakni Kabupaten Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu Timur, Ogan Komering Ulu, Muara Enim, Penungkal Abab Lematang Ilir, Banyuasin, Musi Banyuasin, Musi rawas Utara dan Kabupaten Musi Rawas.

"Saya berharap kita tidak lelah berjuang mengatasi dan mengantisipasi supaya tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan yang mana setiap tahun kerap terjadi di wilayah Sumsel," ujar dia.

Dia menjelaskan, pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan akan sulit dilakukan sendiri oleh kabupaten dan kota sehingga perlu adanya dukungan dari Pemprov Sumsel.

Memang, lanjut Sekda, saat ini sudah ada usulan dari kabupaten dan kota berpotensi kebakaran hutan dan lahan kepada Pemprov Sumsel namun perlu adanya penyesuaian dan strategi penganggaran yang efektif dan efisien.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Sumsel Iriansyah mengatakan seperti arahan Gubernur Sumsel Herman Deru bahwa jangan sampai terjadi kebakaran hutan dan lahan di daerah ini sehingga antisipasi harus dimaksimalkan.

"Yang jelas, Pemprov Sumsel sangat intens sekali dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan walaupun di tengah pandemi Covid-19 saat ini," tambah dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement