Kamis 11 Jun 2020 13:25 WIB

51 Pedagang Pasar di Jakarta Positif Corona

Data berdasarkan hasil uji usap yang terakhir keluar Kamis pukul 10.00 WIB.

Petugas pengelola pasar berkampanye pencegahan COVID-19 dengan membawa poster berisi pesan di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Upaya tersebut untuk meminimalisir kasus penularan atau penyebaran COVID-19 terjadi di pasar.
Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
Petugas pengelola pasar berkampanye pencegahan COVID-19 dengan membawa poster berisi pesan di Pasar Jatinegara, Jakarta, Kamis (11/6/2020). Upaya tersebut untuk meminimalisir kasus penularan atau penyebaran COVID-19 terjadi di pasar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi) menyebutkan, 51 pedagang pasar di Jakarta terkonfirmasi terpapar virus corona jenis baru (Covid-19). Data tersebut berdasarkan hasil uji usap (swab test) yang terakhir keluar pada Kamis, 11 Juni pukul 10.00 WIB. Uji usap tersebut dilakukan setelah mereka menjalani tes cepat (rapid test) dan dinyatakan reaktif Covid-19.

"Data pedagang pasar terdampak Covid-19 di Jakarta 51 orang," ujar Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPP Ikappi Reynaldi Sarijowan saat dikonfirmasi wartawan, di Jakarta, Kamis (11/6).

Pedagang yang terpapar corona ada di enam lokasi pasar di antaranya Pasar Perumnas Klender (Jakarta Timur) sebanyak 20 pedagang, Pasar Mester Jatinegara (Jaktim) satu pedagang, dan Pasar Serdang Kemayoran (Jakarta Pusat) berjumlah sembilan pedagang.

Kemudian, di Pasar Kedip Kebayoran Lama (Jakarta Selatan) terdapat dua orang positif, di Pasar Rawa Kerbau Cempaka Putih (Jakarta Pusat) 14 orang positif, dan Pasar Induk Kramat Jati (Jakarta Timur) lima orang positif.

Sebelumnya, Reynaldi menyebutkan, berdasarkan data yang diterima pada Rabu (10/6), sedikitnya 439 pedagang di 89 pasar berbagai daerah terkonfirmasi positif Covid-19 dengan korban meninggal mencapai 27 orang. "Kami telah melakukan kerja sama dengan pemerintah daerah di beberapa provinsi dan beberapa daerah telah menjalani rapid test atau swab di pasar," ujar Reynaldi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement