Rabu 10 Jun 2020 17:28 WIB

DKK Solo Sudah Rapid Test Sekitar 4.000 Sampel

Bagi ASN yang hasilnya reaktif, DKK akan melaporkan kepada pimpinan ASN tersebut.

Rep: binti sholikah/ Red: Hiru Muhammad
Karyawan yang berkerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah, (27/5/2020). Selain karyawan Pemkot Solo, rapid test dengan metode serum atau darah lipat siku (whole blood) tersebut juga diikuti puluhan wartawan di Solo untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.
Foto: ANTARA /Maulana Surya
Karyawan yang berkerja di Pemerintah Kota (Pemkot) Solo mengikuti rapid test di Kantor Dinas Kesehatan Kota Solo, Jawa Tengah, (27/5/2020). Selain karyawan Pemkot Solo, rapid test dengan metode serum atau darah lipat siku (whole blood) tersebut juga diikuti puluhan wartawan di Solo untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19.

REPUBLIKA.CO.ID,SOLO--Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo telah melakukan uji cepat atau rapid test Covid-19 sekitar 4.000 sampel sejak sebulan lalu. Pada Rabu (10/6), DKK menggelar rapid test di Pendapi Gede Balai Kota Solo dengan sasaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot.

Kepala DKK Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan, rapid test bagi ASN dijadwalkan selama dua hari pada Rabu dan Kamis (11/6). Hari pertama DKK menjadwalkan mengambil 350 sampel, kemudian 400 sampel pada hari kedua."Ada 342 ASN yang melakukan rapid test hari ini. Yang reaktif ada tujuh orang, tapi masih kami lihat dari instansi mana," kata Siti saat jumpa pers virtual, Rabu.

Siti menjabarkan, jadwal rapid test untuk hari pertama mencakup Sekwan, Bagian Umum, Bagian Kesra, Bagian Pemerintahan, Bagian Organisasi, Bagian Pengadaan Barang Jasa, Bag Kerjasama, Dinas Permukiman, DPPKAD, Dinas Kominfo, DPMPTSP, Kesbangpol, Bappeda, BKPPD, PAPPM, Dinas Pendidikan, Dinas Pekerjaan Umum, Kemenag, Disnaker, Dinas Ligkungan Hidup, Dinas Pemuda dan Olahraga, Dinas UMKM, Dinas Kebudayaan, Dinas Pariwisata, Dinas Arsip, serta Dinas KB dan BKK.

Kemudian pada hari kedua dijadwalkan rapid test untuk instansi PDAM, Bank solo, Pedaringan, Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ), Dinas Perdagangan, Dinas Damkar, lima kecamatan, serta 54 kelurahan."Kriterianya ASN yang sering memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat. Ini nanti akan dipilah oleh jajaran kami. Kemudian sesuai dengan protap yang ada di kami nanti kami secara personal akan menghubungi yang bersangkutan, saat rapid test nulis nomor ponsel," imbuh Siti.

Bagi ASN yang hasilnya reaktif, DKK akan melaporkan kepada pimpinan ASN tersebut. ASN tersebut diimbau untuk menjalani karantina mandiri sambil menunggu jadwal uji swab secara PCR. Siti menyebut, uji swab bagi ASN yang hasil rapid test reaktif paling cepat pada Kamis dan paling lambat Jumat (12/6) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bung Karno."Sebelum hasil swab jadi mereka karantina mandiri. Setelah hasil swab jadi kalau negatif sudah tidak usah karantina 14 hari, mereka bisa aktivitas kembali," ujarnya.

Sebelumnya, selain menyasar kontak erat pasien positif Covid-19, rapid test juga menyasar pedagang dan pengunjung di pasar tradisional, ASN, hingga ibu hamil menjelang persalinan. Rapid test dilakukan secara massal, kecuali bagi ibu hamil.

"Ibu hamil itu tidak bisa massal. Yang diambil usia kehamilan di atas 38 pekan. Satu bulan sekitar 700 ibu hamil yang saya periksa. Kalau sampai Juli idealnya 2.100 ibu hamil. Padahal saya baru alokasi seribu," tuturnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement