Selasa 09 Jun 2020 16:27 WIB

Pemkot Tangerang Belum Bisa Pastikan Kapan Mal Dibuka

Walkot Tangerang meninjau protokol kesehatan di sejumlah fasilitas publik.

Petugas keamanan memberikan imbauan kepada warga yang berbelanja untuk menerapkan protokol kesehatan di AEON Mall, Tangerang, Banten, Selasa (6/5). Menjelang era normal baru ditengah pandemi COVID-19 sejumlah pusat perbelanjaan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, face shield, serta menjaga jarak fisik di tempat umum
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas keamanan memberikan imbauan kepada warga yang berbelanja untuk menerapkan protokol kesehatan di AEON Mall, Tangerang, Banten, Selasa (6/5). Menjelang era normal baru ditengah pandemi COVID-19 sejumlah pusat perbelanjaan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, face shield, serta menjaga jarak fisik di tempat umum

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang belum bisa memberikan kepastian mengenai waktu untuk pusat perbelanjaan atau mal dapat dibuka kembali pada masa PSBB transisi. Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah menuturkan, kendati kelengkapan protokol kesehatan sudah terpenuhi di sejumlah pusat belanja dan fasilitas publik lainnya, namun belum dapat memastikan kapan pusat perbelanjaan (mal) dapat dibuka kembali.

"Belum, kami masih berkoordinasi dan menunggu arahan dari Pemprov Banten dan Pemerintah Pusat," katanya usai melakukan pemantauan di Stasiun Tanah Tinggi, Selasa (9/6).

Terkait berapa kapasitas pengunjung yang diperbolehkan, Wali Kota Arief menyebutkan untuk pengunjung 35 persen dengan parkir dibatasi hanya 50 persen. "Kami berharap mereka menyiapkan alat checker, jadi nanti kalau memang tempatnya ramai terpaksa akan kita tutup kembali," pungkas Arief.

Pagi ini, Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah bersama Wakil Wali Kota Sachrudin dan Kapolres Metro Tangerang Kota Sugeng Hariyanto, meninjau protokol kesehatan di sejumlah fasilitas publik pada masa PSBB transisi.

Peninjauan tersebut meliputi beberapa fasilitas transportasi publik dan pusat perbelanjaan, di antaranya Stasiun Tangerang, Stasiun Tanah Tinggi, Terminal Poris Plawad, Hotel Novotel Tangerang dan Tangcity Mall.

"Jaga jarak ya duduknya," ucap Wali Kota saat mengingatkan beberapa penumpang KRL di Stasiun Tanah Tinggi, Selasa.

"Wastafel cuci tangannya jangan terlalu jauh, tambahin juga tempat duduknya supaya yang nunggu enggak berdekatan dan bisa physical distancing," ujarnya pada petugas.

Saat meninjau gerbong KRL, Arief mengingatkan petugas agar mengikuti aturan jumlah penumpang KRL yang tak boleh melebihi 50 persen dari kapasitas selama masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) transisi.

Usai melihat stasiun dan terminal, Arief bersama jajarannya mendatangi pusat perbelanjaan Tangcity Mall dan Hotel Novotel Tangerang. Saat tiba di lokasi, kesiapan protokol kesehatan Covid-19 sudah terlihat mulai dari pintu masuk pengunjung dimana terdapat pengecekan suhu tubuh, bilik disinfektan, dan hand sanitizer yang bahkan tersedia di tiap lantai, toilet hingga tempat ibadah.

"Kalau kita lihat disini rata-rata pusat pertokoan sudah menyiapkan protokol kesehatannya apabila nanti diizinkan oleh pemerintah untuk dibuka," jelas Walikota.

"Mereka sudah mempersiapkan baik skrining kesehatan dari awal terus ditambah cuci tangan dan jaga jarak di seluruh fasilitas yang tersedia," tambahnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement