Sabtu 06 Jun 2020 16:19 WIB

Ratusan Warga Ikuti Rapid Test di Surabaya

400 warga Semampir, Surabaya yang sudah mengikuti rapid test Covid-19

Petugas kesehatan melakukan persiapan saat akan melaksanakan rapid test
Foto: Republika/Thoudy Badai
Petugas kesehatan melakukan persiapan saat akan melaksanakan rapid test

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA - Ratusan warga menjalani rapid test atau tes cepat dan swab massal yang digelar Badan Intelijen Negara (BIN) bekerja sama Pemerintah Kota Surabaya, Jawa Timur di halaman parkir Wisata Religi Sunan Ampel Semampir, Sabtu (6/6).

"Banyak warga yang ikut tes cepat massal ini menandakan kesadaran masyarakat Surabaya semakin membaik," kata Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono saat memantau pelaksanaan tes cepat massal.

Menurut dia, hingga Sabtu siang, ada sekitar 400 warga Semampir yang sudah mengikuti tes cepat. Dari jumlah tersebut, ada sekitar 23 warga yang dinyatakan reaktif dan selanjutnya mengikuti tes lanjutan swab.

Baktiono mengatakan tren kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya dalam beberapa hari terakhir semakin tinggi dan penambahan angka kasus jumlah Covid-19 menurun. Meski demikian, lanjut dia, pihaknya berharap kondisi tersebut tetap dipertahankan bila perlu semakin ditingkatkan agar Surabaya terbebas dari Covid-19.

"Tetap disiplin dan patuhi protokol kesehatan," ujar Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini.

Koordinator Bidang Pencegahan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Surabaya Febria Rachmanita sebelumnya mengatakan pada Jumat (5/6) ada sekitar 132 pasien positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh dan telah dipulangkan.

Mereka terdiri dari 95 orang yang sebelumnya menjalani karantina di Hotel Asrama Haji dan 37 orang dirawat di Rumah Sakit Husada Utama.

Febria mengatakan tren peningkatan kesembuhan pasien Covid-19 di Surabaya ini cukup signifikan, salah satunya disebabkan karena adanya dukungan mobil laboratorium polymerase chain reaction (PCR) dari BIN dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Karena mobil PCR ini sehingga membuat proses diagnosa pasien menjadi lebih cepat," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement