Rabu 03 Jun 2020 23:59 WIB

Pembagian Dana BLT di Ogan Komering Ulu Ricuh

Kericuhan ini berbuntut pada pengeroyokan seorang anggota BPDdesa

Petugas mengatur jaga jarak fisik warga saat mengantre untuk pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT)
Foto: ANTARA/Makna Zaezar
Petugas mengatur jaga jarak fisik warga saat mengantre untuk pengambilan Bantuan Langsung Tunai (BLT)

REPUBLIKA.CO.ID, BATURAJA -- Pembagian Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa di Rantau Panjang, Kecamatan KPR, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan berakhir ricuh. Kericuhan ini berbuntut pada pengeroyokan korban Indra Sandi (30), salah seorang anggota BPD desa setempat.

Kapolres Ogan Komering Ulu (OKU), AKBP Arif Hidayat Ritonga melalui Kapolsek Peninjauan, Iptu Hamid di Baturaja, Rabu (3/6) mengatakan akibat pengaduan terhadap pembagian BLT, korban dikeroyok beberapa warga. Satu di antarnya bendahara desa setempat pada Kamis 28 Mei 2020.

Baca Juga

"Dua orang pelaku yaitu Iin Irawan (35) yang merupakan bendahara Desa Rantau Panjang serta Kardin (49) warga setempat kemarin sudah kami amankan," katanya.

Menurut Iptu Hamid, dari hasil penyelidikan, pengeroyokan tersebut dialami korban karena mempermasalahkan data nama penerima bantuan tunai yang disalurkan oleh pihak desa karena diduga tidak tepat sasaran.

Pelaku bersama rekannya memukul wajah dan kepala korban hingga mengalami luka lebam di bagian mata sebelah kiri. "Pelaku sempat kami tahan beberapa hari, namun sekarang sudah dibebaskan karena kepala desanya yang menjamin. Meskipun demikian kasus penganiayaan ini tetap kami proses," tegasnya.

Pelaku akan dijerat pasal 170 KUHPidana dan atau 351 KUHPidana dengan Laporan Polisi No : LP- B/16/V/2020 /Sumsel/Oku/Sek. Pnj tertanggal 28 Mei 2020.

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement