Jumat 22 May 2020 15:46 WIB

400 UMKM Dilibatkan Produksi Masker di Yogyakarta

Masker akan dibagikan kepada seluruh warga di Yogyakarta secara gratis.

Petugas Museum Sonobudoyo memasang masker kain di patung Gundala Putra Petir di Yogyakarta, Kamis (23/4). Pemasangan masker ini sebagai upaya kepedulian pandemi virus corona
Foto: Wihdan Hidayat/ Republika
Petugas Museum Sonobudoyo memasang masker kain di patung Gundala Putra Petir di Yogyakarta, Kamis (23/4). Pemasangan masker ini sebagai upaya kepedulian pandemi virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA--Pemerintah Kota Yogyakarta melibatkan sekitar 400 usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) untuk memproduksi masker kain. Masker hasil produksi UMKM ini selanjutnya dibagikan secara gratis ke warga sebagai upaya mencegah penularan virus corona.

                               

"Ada sekitar 400 usaha mikro kecil dan menengah yang terlibat dalam pembuatan masker dengan tugas yang berbeda-beda," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Yogyakarta Hari Wahyudi di Yogyakarta, Jumat (22/5).

                               

Setiap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dilibatkan memiliki tugas yang berbeda-beda. Mulai dari memotong bahan, menjahit, dan apa pula yang bertugas menyablon. Total masker kain yang rencananya diproduksi oleh UMKM di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 250 ribu lembar. Pemkot Yogyakarta mengalokasi dana untuk pembuatan masker ini mencapai sekitar Rp 1 miliar.

                               

"Masker kain yang diproduksi UMKM memiliki kualitas bahan yang baik. Harapannya, masyarakat pun disiplin menggunakan masker dan mengenakannya secara benar," katanya.

                               

Distribusi masker kepada warga tersebut, lanjut dia, juga mendukung pencanangan penggunaan masker yang sudah dilakukan oleh Pemerintah DIY. "Masih saja ada warga yang tidak disiplin mengenakan masker saat beraktivitas," katanya.

                               

Distribusi masker hasil produksi UMKM di Kota Yogyakarta tersebut dilakukan melalui kecamatan untuk selanjutnya didistribusikan ke setiap RT yang akan membagikannya ke warga. "Bantuan masker ini juga merupakan stimulan dan dukungan agar warga disiplin mengenakan masker. Setiap keluarga setidaknya memperoleh satu masker," katanya.

                               

Sebelumnya, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, distribusi masker produksi UMKM tersebut dilakukan secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan produksi UMKM. "Keterlibatan UMKM ini juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi mereka," katanya.

                               

Ia menambahkan, penggunaan masker secara disiplin harus mulai dibiasakan karena dimungkinkan perlu dilakukan dalam jangka waktu yang lama meskipun grafik pandemi Covid-19 sudah mulai landai dan turun. "Penggunaan masker juga dilakukan untuk mencegah potensi terjadinya gelombang kedua pandemi Covid-19 di Yogyakarta," katanya.

                               

Meskipun sudah mengenakan masker, tetapi Heroe menegaskan bahwa protokol pencegahan penularan virus corona seperti jaga jarak, menjaga pola hidup bersih dan sehat tetap harus dilakukan. Selain itu, jika tidak ada kepentingan mendesak maka lebih baik tetap berada di rumah.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement