Ahad 17 May 2020 19:51 WIB

Pasar Cikurubuk Online Belum Optimal

Seminggu setelah launching, pemesanan tinggi. Namun, turun pada awal Mei.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Ratna Puspita
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman (tengah) dan Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji, ketika meresmikan Pasar Cikurubuk Online. Sejak diluncurkan (launching) pada akhir April 2020, belum banyak warga yang tertarik berbelanja melalui Pasar Cikurubuk Online.
Foto: Repubika/Bayu Adji P
Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman (tengah) dan Kepala Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya Heru Saptaji, ketika meresmikan Pasar Cikurubuk Online. Sejak diluncurkan (launching) pada akhir April 2020, belum banyak warga yang tertarik berbelanja melalui Pasar Cikurubuk Online.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Sejak diluncurkan (launching) pada akhir April 2020, belum banyak warga yang tertarik berbelanja melalui Pasar Cikurubuk Online. Bahkan, transaksi yang terjadi di pasar daring Kota Tasikmalaya cenderung mengalami penurunan dibanding awal-awal peluncuran.

Sekretaris Koperasi Pemasaran Pedagang Pasar Cikurubuk, selaku pengelola Pasar Cikurubuk Online, Jajang Ara mengatakan, pemesanan barang ketika awal masa launching. Apalagi, momen launching itu menyambut Ramadhan. 

Baca Juga

"Seminggu setelah launching, pemesanan tinggi. Karena awal Ramadhan," kata dia kepada Republika, Ahad (17/5).

Ketika itu, antusias konsumen cukup tinggi. Bahkan, dalam sepekan sudah terjual lebih dari 1.000 produk secara daring. Pemesanan dilakukan melalui aplikasi Tokopedia. 

Pesanan konsumen dapat diantarkan hari itu juga jika pemesanan dilakukan sebelum pukul 11.00 WIB. Namun, jika melewati batas waktu itu, barang pesanan akan diantarkan keesokan harinya.

Kendati demikian, antusias konsumen yang tinggi itu tak berlangsung lama. Memasuki pekan awal Mei, pemesanan secara daring mengalami penurunan.

Sejak awal Mei, tercatat terdapat 215 transaksi di Pasar Cikurubuk Online. Total produk yang terjual mencapai 2.059 buah dengan omzet mencapai Rp 34 juta. Angka itu dinilai mengalami penurunan dari bulan sebelumnya.

Jajang beranggapan, turunnya angka pemesanan itu disebabkan berubahnya kebutuhan warga dari bahan pangan menjadi sandang. Apalagi saat ini momen menjelang Lebaran, yang notabene banyak warga ingin membeli baju baru. Sementara Pasar Cikurubuk Online belum terlalu siap untuk melayani kebutuhan fesyen.

"Karena mau Lebaran, kebutuhannya banyak ke fesyen. Sementara kita belum siap untuk menyediakan barang fesyen," kata dia.

Jajang menjelaskan, saat ini jenis produk yang paling banyak dipesan adalah sayuran, lauk pauk, daging, dan beras. Rata-rata pesanan secara daring yang diterima hanya 25-30 per harinya. Sementara barang yang dipesan melalui dari baru mencapai 100 produk dalam sehari.

Ia menjelaskan, saat ini belum semua pedagang di Pasar Cikurubuk tergabung dalam koperasi. Sementara Pasar Cikurubuk Online hanya bekerja sama dengan pedagang yang tergabung dengan koperasi. Namun, ke depannya, ia ingin semua pedagang ikut tergabung dalam koperasi.

"Pasar online ini untuk membantu para pedagang agar dipasarkan secara online. Juga membantu para konsumen yang masih takut ke pasar," kata dia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement