Sabtu 16 May 2020 07:40 WIB

Pasien tak Isolasi, Tes Massal Disiapkan untuk Warga

Pasien tak isolasi mandiri di rumah sudah dijemput untuk isolasi di rumah sakit.

Rep: Bayu Adji P/ Red: Indira Rezkisari
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19. Tasikmalaya segera menggelar tes massal bagi warga di lingkungan tempat pasien positif tak melakukan isolasi mandiri.
Foto: ANTARA /M N Kanwa
Petugas medis melakukan pemeriksaan cepat (rapid test) Covid-19. Tasikmalaya segera menggelar tes massal bagi warga di lingkungan tempat pasien positif tak melakukan isolasi mandiri.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tasikmalaya akan melakukan uji cepat atau rapid test kepada warga di lingkungan tempat tinggal seorang pasien positif Covid-19 yang tak menerapkan isolasi mandiri. Rapid test itu untuk memastikan pasien positif tersebut tak menularkan virus corona kepada warga di sekitarnya.

Kepala Dinkes Kota Tasikmalaya, Uus Supangat mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan ketua RT setempat untuk mendata warga yang pernah melakukan kontak dengan pasien. Menurut dia, terdapat sejumlah warga yang telah melakukan kontak.

Baca Juga

"Tadi Pak RT sudah memberi data-data warga yang diduga pernah kontak dengan pasien. Dalam beberapa hari ke depan kita akan rapid test warga di kampung itu," kata dia saat dihubungi Republika, Jumat (15/5) malam.

Uus menjelaskan, pasien berinisial AR (40 tahun) itu awalnya dinyatakan negatif berdasarkan hasil tes swab. Atas dasar itu dan pertimbangan dokter penanggung jawab, pasien tersebut diperbolehkan pulang ke rumahnya di salah satu kampung, Kecamatan Tawang, Kota Tasikmalaya. Di rumahnya, pasien diharuskan melakukan isolasi mandiri sambil menunggu hasil tes swab yang kedua.

Alih-alih isolasi diri, pasien justru kembali beraktivitas ketika sampai di rumahnya. Warga sekitar rumah pasien bahkan menuliskan surat permintaan kepada Gugus Tugas Covid-19 Kota Tasikmalaya agar pasien dibawa ke rumah sakit lantaran khawatir tertular. Di lain sisi, hasil tes swab kedua menyatakan pasien itu positif Covid-19.

Karena itu, Dinkes Kota Tasikmalaya menjemput pasien yang sebelumnya telah diizinkan pulang untuk kembali isolasi di rumah sakit. Penjemputan itu sempat menimbulkan ketegangan lantaran pasien menolak untuk kembali ke rumah sakit. Pasien merasa sudah sehat dan dinyatakan negatif Covid-19.

Bahkan, pasien sempat "mengamuk" kepada warga yang ramai menonton peristiwa penjemputan itu. Ada warga yang dirangkul oleh pasien lantaran ia kesal menjadi tontonan. "Saya peluk kamu, (jadi) ODP kamu," kata pasien itu dalam rekaman video yang diterima Republika.

Uus mengatakan, saat ini pasien telah dibawa ke RS TMC Kota Tasikmalaya untuk diisolasi. Pihaknya akan melakukan tes swab ulang kepada pasien untuk memastikan kondisinya. "Mudah-mudahan hasilnya negatif," kata dia.

Namun, Dinkes Kota Tasikmalaya juga akan melakukan penelusuran atau tracing kepada warga yang pernah kontak dengan pasien selama berada di rumahnya. Sebab, berdasarkan laporan warga, selama isolasi mandiri pasien tak disiplin, bahkan sempat kembali ke tempat usahanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement