Rabu 13 May 2020 14:38 WIB

Banjir dan Longsor Kembali Terjadi di Sukajaya, Bogor

Sukajaya merupakan daerah dengan kerusakan paling parah di Kabupaten Bogor.

Salah satu titik wilayah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).
Foto: Republika/Dedy D Nasution
Salah satu titik wilayah longsor di Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (3/2).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKAJAYA -- Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, tepatnya Desa Sukamulih kembali diterjang bencana banjir. Bersamaan dengan longsor yang lokasinya tak jauh, yakni Desa Wangun Jaya Kecamatan Leuwisadeng, mengakibatkan puluhan rumah terendam dan tertimbun.

"Dini hari tadi telah terjadi musibah di dua tempat yaitu banjir di Desa Sukamulih Kecamatan Sukajaya dan longsor di Desa Wangun Jaya Kecamatan Leuwisadeng," kata Bupati Bogor Ade Yasin, Rabu (13/5).

Menurutnya, bencana itu terjadi setelah hujan lebat mengguyur wilayah barat Kabupaten Bogor itu sejak Selasa (12/5) sore hingga Rabu dini hari. Akibat meluapnya Sungai Ciputih dan terkikisnya tanah di Desa Wangun Jaya mengakibatkan puluhan rumah terendam, dan belasan lainnya tertimbun longsor.

"Saya sudah menginstruksikan BPBD dan pemerintah kecamatan setempat untuk melakukan penanggulangan bencana serta memetakan kejadian di lapangan," kata Ketua DPW PPP Jawa Barat itu.

Dua hari sebelumnya, Senin (11/5) Desa Sukamulih, Kecamatan Sukajaya juga sempat terendam banjir bersamaan dengan desa di sebelahnya yaitu Desa Jayaraharja. Sedikitnya ada 33 rumah terendam air Sungai Ciputih saat itu.

Seperti diketahui, Kecamatan Sukajaya merupakan wilayah terdampak bencana awal tahun 2020 dengan kerusakan paling parah dibandingkan tiga kecamatan lainnya di wilayah barat Kabupaten Bogor, yakni Kecamatan Nanggung, Cigudeg, dan Kecamatan Jasinga.

Peristiwa longsor dan banjir bandang yang terjadi pada Rabu (1/1) itu mengakibatkan kerusakan pada ribuan rumah masyarakat, jika dirinci, sebanyak 1.092 unit rusak berat, 1.625 unit rusak sedang, dan 1.334 unit rusak ringan. (KR-MFS).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement