Senin 11 May 2020 11:22 WIB

Abah Tono yang Mengaku Berpenghasilan Rp 1.500 Minta Maaf

Abah Tono sudah minta maaf karena menyebut tidak cukup uang untuk makan.

Rep: M Fauzi Ridwan/ Red: Indira Rezkisari
Abah Tono yang mengaku hanya mendapatkan Rp 1.500 dalam satu hari meminta maaf ke warga karena menyampaikan fakta yang tidak sesuai kenyataan. Abah Tono diketahui memiliki rumah tinggal dan kendaraan bermotor.
Foto: Wikipedia
Abah Tono yang mengaku hanya mendapatkan Rp 1.500 dalam satu hari meminta maaf ke warga karena menyampaikan fakta yang tidak sesuai kenyataan. Abah Tono diketahui memiliki rumah tinggal dan kendaraan bermotor.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Sosok Abah Tono, warga Desa Pangauban, Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, viral di media sosial (medsos). Abah Tono meraih simpati setelah pria yang berprofesi sebagai pemulung itu mengaku berpenghasilan hanya Rp 1.500-Rp 2.000.

Padahal, dia diketahui memiliki rumah dua tingkat. Ia pun mendapatkan sorotan dari berbagai warganet.

Baca Juga

Pada video yang beredar di media sosial, Abah Tono sebagai pemulung mengaku berpenghasilan Rp 1.500 hingga Rp 2.000. Uang tersebut pun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Sontak, berbagai kalangan turut bersimpati. Banyak pula yang membantu Abah Tono.

Namun, di tengah mengalirnya bantuan kepada dirinya, Abah Tono diketahui memiliki rumah dua tingkat dan kendaraan bermotor. Warganet dan donatur pun kaget dengan informasi tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kepala Desa Pangauban, Enep Rusna, mengatakan, pernyataan yang disampaikan oleh yang bersangkutan jauh dari kenyataan aslinya. Ia yang bertetangga dengannya mengetahui kehidupan sehari-hari Abah Tono, tetapi tidak ingin memerinci perilaku yang bersangkutan.

Pasalnya, menurut dia, yang bersangkutan sudah meminta maaf kepada tetangga dan warga sekitar. "Intinya jauh (dari) kenyataan. Logika penghasilan Rp 1500-Rp 2.000, dia dapat dus (bantuan), belum ada yang ngasih-ngasih," ujarnya saat dihubungi, Senin (11/5).

Yang lebih membuat geram, menurut dia, Abah Tono sering mendapatkan bantuan pangan nontunai dari desa per bulan. Selain itu, donatur juga sering memberikan bantuan.

"Geram bukan soal nyumbang. Perkataan beliau yang menyakitkan tetangga dan bilang kadang makan kadang tidak, menyakitkan," ujarnya. Selain itu, ketika banyaknya sumbangan yang berdatangan, ia bersama warga khawatir sebab tengah terjadi wabah corona.

"Jauh kenyataan. Rumahnya dua tingkat, malah mau tiga tingkat. Motor punya," katanya. Ia pun menyebutkan bahwa anak-anaknya membantah jika bapaknya kekurangan makan.

Enep mengaku masyarakat ingin tahu alasan Abah Tono bersikap demikian. Namun, ia tidak ingin mendalami hal tersebut, termasuk asal mula rumah yang dimilikinya. Menurut dia, Abah Tono mengaku malu dan sudah meminta maaf.

"Pekerjaannya dulu berkebun, sekarang beralih pemulung. Biasa mangkalnya di Alfamart," katanya.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement