Ahad 03 May 2020 16:54 WIB

Jatim Kini Urutan Kedua Nasional Terbanyak Positif Covid-19

Tambahan 80 pasien positif corona membuat Jatim menggeser posisi Jabar.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.
Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengatakan, hingga Ahad (3/5) pukul 12.00 WIB, ada penambahan 211 orang yang sembuh dari virus corona, sehingga jumlah keseluruhan menjadi 1.876 orang. "Sedangkan pasien yang meninggal bertambah 14 orang menjadi 845 orang. Jumlah pasien dalam pengawasan 23.130 orang dan orang dalam pemantauan 236.369 orang," kata Yurianto dalam jumpa pers di Graha BNPB yang dipantau di Jakarta, Ahad

Data menunjukkan jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 bertambah 349 orang menjadi 11.192 orang. Yurianto mengatakan seluruh provinsi di Indonesia sudah terpapar Covid-19, sedangkan kabupaten/kota yang terdampak 326 daerah.

Jumlah penambahan kasus dari Sabtu (2/5) ke Ahad, di Jawa Timur (Jatim) mencapai 80 kasus atau tertinggi mengalahkan DKI Jakarta sebanyak 67 kasus. Alhasil jumlah total kasus positif Covid-19 di Jatim mencapai 1.117 pasien atau untuk pertama kalinya menduduki peringkat dua nasional mengalahkan posisi Jawa Barat (Jabar). Adapun total kasus di Jabar mencapai 1.054 pasien setelah hanya bertambah 10 pasien positif corona.

Penambahan kasus positif Covid-19, sembuh dan meninggal terbanyak terjadi di DKI Jakarta, yaitu 67 orang baru dinyatakan positif, 120 orang sembuh, dan meninggal enam orang. Secara kumulatif, DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan kasus positif, sembuh, dan meninggal terbanyak, yaitu 4.463 kasus positif, 632 orang sembuh, dan 398 orang meninggal. Setelah Jakarta, provinsi yang menempati posisi kedua dengan jumlah kasus positif, sembuh, dan meninggal terbanyak adalah Jatim dengan jumlah kasus positif 1.117 orang, 174 orang sembuh, dan 111 orang meninggal.

Pemerintah telah melakukan pemeriksaan usapan rongga mulut dengan berbagai jenis spesimen mencapai 112.965 spesimen terhadap 83.012 orang. Dari pemeriksaan tersebut, 11.192 orang dinyatakan positif Covid-19, sedangkan 71.820 orang dinyatakan negatif.

Yurianto mengatakan saat ini adalah kesempatan untuk mengubah perilaku hidup bersih dan sehat dengan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir, serta tetap menjaga agar tidak tertular dari droplet dengan menjaga jarak dan menggunakan masker untuk memutus rantai penularan Covid-19.

"Tetap di rumah dan jangan bepergian, pakai masker jika terpaksa keluar rumah dan menjaga jarak," ucap Yurianto.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement