Kamis 30 Apr 2020 01:56 WIB

Dua Meninggal Covid-19, Ratusan Karyawan Sampoerna Di-Swab

Seratus karyawan Sampoerna yang mengikuti rapid test dinyatakan positif.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP). 100 karyawan Sampoerna yang mengikuti rapid test dinyatakan positif
Foto: ANTARA/FACHRURROZI
Petugas medis melakukan tes swab kepada salah satu pasien dalam pengawasan (PDP). 100 karyawan Sampoerna yang mengikuti rapid test dinyatakan positif

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Rumpun Kuratif Gugus Penanganan Covid-19 Jawa Timur dr Joni Wahyuhadi mengungkapkan adanya dua karyawan PT HM Sampoerna Tbk Rungkut, Surabaya, yang dinyatakan meninggal akibat terinfeksi Covid-19. Akibatnya, 163 karyawan perusahaan tersebut dites polymerase chain reaction (PCR) atau swab, yang kini menunggu hasilnya.

"Tadi malam kami ketemu dengan pimpinan PT Sampoerna, hari ini kami tindak lanjuti. Di sana ada dua orang positif dirawat di rumah sakit. Dua-duanya meninggal," kata Joni di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (29/4).

Joni mengatakan, Gugus Tugas Covid-19 Jatim telah melakukan pelacakan atau tracing terhadap seluruh karyawan di kompleks pabrik PT HM Sampoerna. Hingga kini sudah ada 163 orang yang telah menjalani tes swab.

"Insya Allah satu-dua hari ini sudah keluar hasilnya. Kemudian, ada 323 yang di-rapid test. Yang 100 orang di antaranya hasilnya reaktif. Mereka sudah diisolasi di PT Sampoerna," ujarnya.

Joni memastikan, terhadap 100 orang yang dinyatakan positif rapid test selanjutnya akan dilakukan tes swab oleh tim dari RSUD dr Soetomo. "Mulai besok, termasuk yang diisolasi, akan kami kontrol. Mereka datang satu-satu, diisolasi, dan besok ada tenaga medis yang kita tempatkan di ruang isolasi itu karena mereka ini tanpa gejala," kata Joni.

Joni juga mengungkapkan adanya sembilan karyawan PT HM Sampoerna yang dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19. "Sembilan orang itu sudah masuk rumah sakit sebagai PDP," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement