Jumat 08 May 2020 23:12 WIB

Karyawan Sampoerna yang Positif Covid-19 Kembali Bertambah

Jumlah karyawan Sampoerna yang positif Covid 19 bertambah 12 orang.

Rep: Dadang Kurnia/ Red: Bayu Hermawan
Covid-19 (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Covid-19 (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Ketua Rumpun Tracing Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Jatim, Kohar Hari Santoso mengungkapkan karyawan PT. HM Sampoerna Rungkut, Surabaya, yang dinyatakan positif Covid 19 kembali bertabah. Itu setelah adanya 12 karyawan di perusahaan setempat yang dinyatakan positif Covid 19. 

Kohar mengatakan, 12 karyawan tersebut merupakan bagian dari 163 karyawan yang melakukan swab mandiri, atau ditanggung perusahaan, di salah satu RS swasta di Surabaya. Kohar menegaskan, pihaknya terus berkoordinasi dengan rumah sakit yang melaksanakan tes swab, dalam upaya memantau perkembangan karyawan Sampoerna yang positif Covid 19. 

Baca Juga

Kohar pun mengakui, dari 163 karyawan yang melakukan swab mandiri, belum semuanya ke luar. Artinya kemungkinan bertambahnya karyawan Sampoerna yang dinyatakan positif Covid 19 masih bisa bertambah. "Ada 12 yang positif," kata Kohar di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (8/5).

Dengan adanya penambahan 12 karyawan tersebut berarti, hingga saat ini sudah ada 77 karyawan perusahaan setempat yang dinyatakan positif Covid 19. Dimana dua karyawan yang pertama kali dinyatakan positif Covid 19 meninggal dunia.

Kohar mengaku, Pemprov Jatim bersama perusahaan terkait telah mengambil tindakan terhadap 12 karyawan yang baru dinyatakan positif Covid 19 tersebut. Dimana ke-12 karyawan dimaksud telah dilakukan isolasi. "Iya (sudah dilakukan isolasi)," ucapnya.

Sementara itu, tim tracing juga berencana melakukan tes swab terhadap karyawan lain yang sebelumnya menjalani rapid test, meskipun hasilnya negatif. Namun, karena jumlahnya sangat banyak pelaksanaannya belum tuntas.

"Terhadap karyawan yang hasil rapid testnya non reaktif kami berencana melakukan tes swab. Tapi karena jumlahnya cukup banyak, pelaksanaannya belum tuntas," kata Kohar.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement