Sabtu 25 Apr 2020 23:03 WIB

Warga Depok Diimbau Patuhi PSBB

Wakil Wali Kota Depok melihat, masih banyak warga yang abai PSBB.

Rep: Rusdy Nurdiansyah / Red: Hasanul Rizqa
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna
Foto: Diskominfo Kota Depok
Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Data terkini menunjukkan, jumlah warga Kota Depok, Jawa Barat, yang menjadi korban Covid-19 terus bertambah. Mereka terdiri atas orang dalam pemantauan (ODP), pasien dalam pengawasan (PDP), orang tanpa gejala (OTG), dan yang menjadi korban jiwa.

Tercatat, pada Sabtu (25/4) jumlah yang terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 242 orang. Adapun jumlah korban yang meninggal dunia ialah sebanyak 18 orang.

Baca Juga

Bahkan, saat ini sudah 55 kelurahan dari 63 kelurahan di Depok yang tergolong zona merah sebaran Covid-19. Terkait hal itu, Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna meminta masyarakat setempat untuk mematuhi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya mengikuti perkembangan penanganan pandemi Covid-19, sangat prihatin karena sudah 56 kelurahan dari 63 kelurahan sudah masuk kategori zona merah," ujar Pradi dalam siaran pers yang diterima Republika, Sabtu (25/4).

Pradi mengaku turut merasakan kekhawatiran dan duka cita yang mendalam. Sebab, pandemi Covid-19 telah memakan korban cukup banyak.

"Karena itu, saya meminta warga mentaati peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Dalam pantauan saya, saya mendapati masih saja banyak masyarakat yang melanggar penerapan PSBB," kata dia.

Ia pun menghimbau warga agar selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Ia mengaku, masih sering menjumpai adanya warga yang keluar rumah tanpa memakai masker. Bahkan, tak sedikit yang keluyuran naik sepeda motor lebih dari satu orang tanpa masker dan helm.

"Mari kita patuhi PSBB, demi kesehatan bersama," tuturnya.

Dalam Ramadhan tahun ini, ia juga berharap masyarakat Depok untuk tidak berkerumun dan menjalankan ibadah Ramadhan di rumah masing-masing. Tunda dahulu kegiatan ibadah jamaah di masjid.

"Laksanakan Ramadhan di rumah masing-masing. Jelang buka puasa tidak kerumunan dan manfaatkan zikir dan tadarus di rumah," demikian harapan Pradi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement