Sabtu 25 Apr 2020 13:38 WIB

51 Tenaga Medis RSUD Kota Bogor Negatif Covid-19

Sebelumnya 51 tenaga medis RSUD Kota Bogor reaktif saat dilakukan rapid test

Perawat menata tempat tidur di ruang rawat inap kelas tiga Gedung Perawatan Blok 3 RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).
Foto: Antara/Arif Firmansyah
Perawat menata tempat tidur di ruang rawat inap kelas tiga Gedung Perawatan Blok 3 RSUD Kota Bogor, Jawa Barat, Kamis (30/1/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR  - Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bogor Ilham Chaidir memastikan sebanyak 51 orang tenaga medis dan tenaga penunjang di RSUD Kota Bogor negatif Covid-19.

"Kepastian negatif Covid-19 setelah hasil swab test yang merupakan uji diganostik Covid-19 diterima dari Laboratorium IPB, dan semuanya negatif," kata Ilham Chaidir melalui pernyataan tertulisnya, di Kota Bogor, Sabtu (25/4)

Menurut Ilham Chaidir, spesimen swab dari 51 orang tenaga medis dan tenaga penunjang di RSUD yang dikirimkan ke Laboratorium Collaborative Research Center milik IPB, pada Senin (20/4) lalu, hasilnya sudah diperoleh pada Jumat (24/4), yakni 26 spesimen pada Jumat siang dan 25 spesimen pada Jumat malam.

"Jadi, total swab 51 orang tenaga kesehatan dan tenaga penunjang hasilnya sudah keluar semua. Alhamdulillah semuanya negatif,” ilham Ilham.

Dengan hasil tersebut, menurut dia, maka ke-51 pegawai RSUD Kota Bogor tersebut, bisa langsung bekerja kembali melayani pasien di RSUD Kota Bogor, karena tenaganya dibutuhkan.

Sebelumnya, Ilham Chaidir menyampaikan klarifikasi bahwa hasil rapid test 51 tenaga medis statusnya adalah reaktif dan belum tentu positif Covid-19.

"Hasil reaktif itu masih harus dipastikan lagi apakah positif atau tidak, melalui swab test," kata Ilham Chaidir, Rabu (22/4).

Menurut Ilham Chaidir, pengertian reaktif itu adalah telah terbentuk antigen yakni zat yang merangsang respon imunitas untuk menghasilkan antibodi dalam tubuh, tapi belum tentu positif. Ilham menegaskan, terhadap 51 tenaga medis yang hasil rapid tes-nya reaktif telah dilakukan karantina, yakni diisolasi dari keluarganya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement