Sabtu 18 Apr 2020 18:51 WIB

Pemkab Agam Sambut Baik Penerapan PSBB di Wilayah Sumbar

Pemkab Agam menyambut baik penerapan PSBB di wilayah Provinsi Sumbar

Polisi berjaga di check point saat PSBB (ilustrasi)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Polisi berjaga di check point saat PSBB (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan memberikan izin untuk penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), yang rencananya akan dimulai pada 22 April mendatang. Bupati Agam Indra Catri menyambut baik diberlakukan status PSBB di wilayah Sumbar.

"Pucuk dicinta ulam pun tiba.  Pemerintah Kabupaten Agam menyambut baik penetapan PSBB di Sumatera Barat," kata Indra Catri di Lubuk Basung, Agam, Sabtu (18/4).

Baca Juga

Catri mengatakan, dengan diberlakukan PSBB, maka Pemkab Agam akan lebih mudah untuk melakukan pengawasan dan berupaya dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Dengan penerapan PSBB, maka Pemkab bisa lebih ketat mengawasi para pendatang yang berpotensi membawa virus corona, selain itu juga mencegah warga Agam yang menjemput virus corona keluar daerah," ujarnya.

Catri melanjutkan, setelah PSBB resmi diberlakukan, Pemkab Agam akan fokus mendeteksi sekaligus mengendalikan agar transmisi lokal tidak lagi terjadi dan berlanjut di Agam. Pemkab Agam akan memperkuat dan menyempurnakan gerakan "Menghadang Corona Berbasis Nagari dan Kaum". "Bila selama ini kita lebih banyak menghimbau dan bahkan mungkin membujuk masyarakat untuk melaksanakan social dan physical distancing kedepan tentunya bisa lebih ketat dan tegas," katanya.

Ia mencontohkan, tindakan konkret yang bisa dilakukan Pemkab saat PSBB diantaranya bisa lebih tegas membubarkan orang yang berkelompok. Dan, jika masih ada warga yang melanggar bisa diberlakukan sanksi tegas.

Catri mengatakan Pemkab Agam akan terus mensosialisasikan dan menghimbau masyarakat agar selalu mematuhi aturan sosial distancing dan physical distancing, serta protokol kesehatan yang berlaku pada masa PSBB demi kebaikan dan keselamatan kita bersama. 

"Perlu lebih ditekankan bahwa tanpa disiplin yang tinggi dari semua pihak ketetapan PSBB tidak akan memberikan hasil maksimal seperti yang diharapkan," ucapnya.

Dalam konteks melindungi petani, pedagang dan UMKM, Pemkab Agam akan terus memperbanyak membeli produK pertanian dan UMKM demi menjaga kelangsungan usaha dan produksi mereka. 

:Tindakan ini sekaligus dimaksudkan menggenapi berbagai upaya yang telah dilakukan sebulan terakhir ini, seperti membeli beras dan  sayur dari petani untuk kemudian didistribusikan kembali kepada kelompok masyarakat yang berhak mendapatkannya. Produk-pruduk UMKM akan terus diupayakan membeli sekaligus membantu memasarkannya," kelasnya.

Catri mengungkapkan, paling tidak sampai awal Ramadhan tahun 1441 ini sekitar 70 % dari keseluruhan rumah tangga di Kabupaten Agam sudah memiliki cadangan beras dan garam dirumahnya masing-masing.

"Terdiri dari rumah tangga yang dianggap mampu  dan tidak dibantu 35 %, rumah tangga yang tardaftar dalam DTKS 25 %, dan 10 % lagi rumah tangga yang dibantu melalui BAZ Sumbar, BAZ Agam, Aksi Peduli ASN,   dan Sumbangan dari Korpri Agam yang disalurkan kepada para mubalig, guru mengaji, garin masjid , penjaga sekolah, guru honor, pelaku seni/budaya, awak media, dan Guru PAUD," jelasnya.

Seandainya semua bisa berjalan lancar, sambung dia, pemerinhah Kabupaten Agam menargetkan agar sekitar 30 % rumah tangga yang terpapar lainnya sudah dapat dibantu menjelang memasuki bulan Ramadhan. Dengan demikian 100 % setiap rumah tangga di Kabupaten Agam sudah memiliki cadangan beras dan garam sebulan kedepan.

"Namun kita  masih perlu sedikit bersabar karena pengucuran bantuan dengan memanfaatkan BLT Propinsi, BLT Pusat, BLT Nagari, Kartu Prakerja, serta jenis bantuan lainnya  masih perlu pengkajian dan pendataan yang lebih rinci dan memerlukan waktu yang relatif panjang," katanya.

Cantri menambahkan, mudah-mudahan pertengahan Ramadhan, penyaluran bantuan periode bulan kedua sudah dapat dilaksanakan secara lebih baik lagi. Sebab karena kondisi riil di lapangan sudah dapat dipetakan berdasarkan pendataan dan pengalaman dalam pendistribusian bantuan pada periode bulan pertama.

Karenanya untuk sementara sambil menunggu kucuran bantuan tahap ketiga periode bulan pertama bagi yang belum mendapatkan bantuan, Pemda Kab Agam melakukan pasar mobile khusus.  :Selain itu kita juga melakukan penggalangan bantuan dari para donatur yang berasal dari berbagai nagari, dunia usaha, organisasi sosial kemasyarakatan, kelompok alumni sekolah, ormas, orpol, Niniak Mamak, para perantau, dan komunitas lainnya," jelasnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement