Jumat 17 Apr 2020 15:05 WIB

Kadinkes: 36 Mahasiswa STT Bethel Petamburan Positif Corona

Puluhan pelajar itu saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet.

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Teguh Firmansyah
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di pemukiman padat penduduk di kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (17/4). Penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan pemukiman padat penduduk yang lokasinya berdekatan dengan asrama Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bethel itu dilakukan setelah 34 mahasiswa terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19)
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyemprotkan cairan disinfektan di pemukiman padat penduduk di kawasan Petamburan, Jakarta, Jumat (17/4). Penyemprotan cairan disinfektan di lingkungan pemukiman padat penduduk yang lokasinya berdekatan dengan asrama Sekolah Tinggi Teknologi (STT) Bethel itu dilakukan setelah 34 mahasiswa terkonfirmasi positif virus Corona (COVID-19)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat, Erizon Safari mengatakan, sebanyak 36 mahasiswa yang menghuni asrama Sekolah Tinggi Teologi (STT) Bethel Petamburan Jakarta, positif terjangkit virus Covid-19.

Puluhan pelajar itu saat ini sudah dievakuasi ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet. "Sudah dievakuasi tadi malam sebanyak 36 orang. Mereka itu yang positif dan kami evakuasi ke Wisma Atlet," kata Erizon Safari di Jakarta, Jumat (17/4).

Baca Juga

Dia menjelaskan, kondisi puluhan mahasiswa itu berhasil dideteksi setelah dilakukan pelacakan oleh tenaga medis.  Penelusuran dilakukan setelah adanya laporan pasien yang mendapatkan perawatan di rumah sakit.

"Nah dari Puskesmas kan akan di-tracking. Nah, ternyata di asramanya (bethel)," katanya

Dia melanjutkan, setelah diketahui maka tenaga kesehatan segera melakukan kunjungan. Setelah dilakukan pemeriksaan ada beberapa mahasiswa yang menunjukan gejala ringan paparan Covid-19 alias Corona.

Puluhan mahasiswa itu kemudian dibawa ke Wisma Atlet guna menjalani karantina. Menurut Erizon, penanganan medis dan fasilitas karantina di rumah sakit darurat itu akan lebih baik dibanding melakukan isolasi mandiri di asramanya masing-masing.

Erizon melanjutkan, penyemprotan disinfektan dilakukan di asrama karena tetap menjadi lokasi isolasi bagi mahasiswa lainnya. Pemeriksaan bertahap juga akan dilakukan terhadap mahasiswa yang masih berada di asrama tersebut guna memastikan kondisi mereka.

"Iya betul (sisanya) Masih tetap di asrama. Tidak boleh keluar dulu," katanya.

Berdasar data per Kamis (16/4) sore, terdapat 2.670 pasien positif di DKI Jakarta. Dari ribuan kasus tersebut sebanyak 248 pasien meninggal dunia dan sembuh sebanyak 202 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement