Kamis 16 Apr 2020 20:54 WIB

Kota Jambi Antisipasi Banjir

Banjir dadakan terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Jambi.

Hujan
Foto: freespeakplanet.wordpress.com
Hujan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banjir dadakan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Kota Jambi masih menghantui warganya, terlebih di musim penghujan seperti saat ini. “Di Kota Jambi tidak ada banjir, namun hanya ada genangan air saat hujan deras,” kata Wali Kota Jambi Syarif Fasha di Jambi, Kamis (16/4).

Meski hanya terjadi genangan-genangan air saat hujan turun, hal tersebut turut menjadi perhatian pemerintah kota itu. Pasalnya beberapa waktu yang lalu, satu unit rumah ambruk saat hujan deras dan terjadi genangan di sekitar rumah tersebut.

Kendati usia rumah yang cukup tua juga tidak bisa pungkiri menjadi salah satu penyebab ambruknya rumah warga di Kecamatan Pasar, Kota Jambi beberapa waktu yang lalu.

Dijelaskan Fasha, banjir atau genangan air yang terjadi saat hujan turun tersebut hanya terjadi dalam kurun waktu beberapa jam saja. Terkecuali pada titik-titik terendah yang menyebabkan genangan air bertahan.

Banjir dadakan yang terjadi di daerah itu disebabkan oleh saluran drainase yang tersumbat. Serta masih terdapat di beberapa wilayah di daerah itu saluran airnya dalam kondisi yang tidak bagus. “Saluran air di Kota Jambi bukan hanya kewenangan pemerintah Kota Jambi, tapi ada kewenangan Pemerintah Provinsi Jambi dan Pemerintah Pusat,” kata Syarif fasha.

Kepala Bidang Sumberdaya Air Dinas PUPR Kota Jambi Yunius mengatakan, faktor penyebab genangan air dan banjir dadakan tersebut karena terjadi penyumbatan di saluran air atau drainase.

“Seperti di Sungai Kambang yang hulunya tergenang akibat di hilir sungai tersumbat sampah,” kata Yunius.

Dijelaskan Yunius, pihaknya telah melakukan beberapa upaya agar saluran air atau drainase dapat bekerja secara normal. Dimana tim-tim pembersih telah diturunkan Dinas PUPR Kota Jambi untuk melakukan pembersihan.

Menurut Yunius, saat ini banjir atau genangan air tidak bertahan dalam waktu yang lama seperti tahun-tahun sebelumnya. “Saat ini genangan lebih cepat surut, paling lama satu jam dan sudah cenderung turun secara perlahan,” kata Yunius.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement