Kamis 16 Apr 2020 09:18 WIB

Sukabumi Buka Layanan Pasar Pangan Daring

Aplikasi jualan pasar pangan secara daring bantu agar masyarakat tetap di rumah.

Rep: Riga Iman/ Red: Indira Rezkisari
Layanan jual beli kebutuhan pokok di pasar tradisional secara daring tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok .
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Layanan jual beli kebutuhan pokok di pasar tradisional secara daring tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kebutuhan pokok .

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI -- Untuk memenuhi kebutuhan warga di masa pandemi Covid-19, Pemkot Sukabumi membuka layanan pasar pangan secara daring. Pasar pangan daring untuk membantu warga agar tidak perlu keluar rumah ketika membutuhkan bahan kebutuham pokok masyarakat.

''Dalam pemenuhan pangan di tengah pandemi Covid-19, pemkot melalui pasar tani melayani penjualan pangan segar dan kebutuhan pokok secara online melalui program Pasta Melon (pasar tani melayani online),'' ujar Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi Andri Setiawan kepada Republika, Kamis (16/4). Diluncurkannya aplikasi tersebut salah satunya untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat ketika membutuhkan bahan pangan.

Baca Juga

Harapannya kata Andri, dengan menggunakan aplikasi tersebut masyarakat tinggal di rumah lalu nanti akan diantar. Terlebih di tengah pandemi Covid-19 ini sudah ada imbauan dari pemerintah agar masyarakat untuk diam di rumah saja.

Sehingga warga diimbau tidak keluar rumah terutama ke tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan. Oleh karena itu pemkot bersama Asosiasi Pasar Tani dan Kelompok Tani Nelayan Andalan menyediakan pesanan antar untuk bahan pangan dan kebutuhan pokok.

Pasta Melon ini ungkap Andri, menyediakan sembako, sayuran, daging, susu, bumbu-bumbu, ikan laut, telur, buah-buahan hingga makanan siap saji (frozen food). Nantinya jika masyarakat ingin membeli pangan daring bisa bergabung melalui aplikasi Whatsapp Grup.

Ketika mengklik http://bit.ly/jointpasta, selanjutnya ada berbagai macam pilihan pangan dan harganya yang terjangkau. Seluruh pangan yang ada diaplikasi tersebut semuanya murni dari petani langsung dan harganya mampu bersaing dengan harga yang ada di pasaran.

Saat ini kata Andri, bahan pangan tersebut dipusatkan di Sub Terminal Agribisnis (STA) Bungbulang Kecamatan Cibeureum. ''Respons warga untuk aplikasi ini sudah banyak,'' terang dia.

Meskipun lanjut Andri, untuk pemesanan baru sedikit yang masuk akan tetapi nilai transaksinya lumayan besar. Ke depan DKP3 akan terus melakukan sosialisasi terkait aplikasi ini.

Program ini sambung Andri, selain memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam berbelanja juga sekaligus membantu para petani asli Kota Sukabumi. ''Khususnya pada saat situasi saat ini,'' imbuh dia.

Targetnya tutur Andri, aplikasi ini benar-benar bermanfaat bagi warga. Di samping itu turut mendukung program pemerintah dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement