REPUBLIKA.CO.ID, PADANG- Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyarankan, agar pelaksanaan shalat sunat tarawih selama Ramadhan tahun ini, cukup dilaksanakan di rumah masing-masing. Menurut Nasrul Abit, shalat tarawih berjamaah di masjid seperti saat ramadhan-ramadhan sebelumnya, tidak memungkinkan buat dilaksanakan. Karena, hingga saat ini, perkembangam virus corona atau covid-19 di Sumatera Barat masih cenderung meningkat.
"Kami dari provinsi menyarankan agar tarawih di rumah saja. Tarawih kan sunat. Dan kita sedang menghadapi wabah," kata Nasrul Abit saat video conference yang difasilitasi Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumatera Barat via aplikasi Zoom, Jumat (3/4).
Nasrul meminta, Majlis Ulama Indonesia (MUI) Sumbar agar memberikan dukungan lewat fatwa supaya pelaksanaan shalat tarawih pada Ramadhan kali ini dilakukan di rumah masing-masing. Menurut Nasrul, pelaksanaan shalat tarawih dilakukan berjamaah dan di masjid masih sangat riskan terhadap penularan virus corona.
Terlebih sampai saat ini belum ada ditemukan obat mujarab buat membasmi dan menyembuhkan dari covid-19. Selain meminta dukungan MUI, Nasrul juga berharap para ustaz dan ustazah agar juga memberikan dukungan untuk pelaksanaan shlalat tarawih di rumah.
Nasrul menjelaskan, bila covid-19 ini tak segera ditangani secara bersama-sama, wabah virus asal Wuhan ini diprediksi akan mencapai puncaknya pada tanggal 24, 25, 26, dan 27 Mei nanti. Yakni pada Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah.
"Berarti saat kita masih puasa (Ramadhan) corona ini akan menuju puncaknya. Belum ada penurunan," ucap Nasrul Abit.
Bekas Bupati Kabupaten Pesisir Selatan itu meminta, tak ada yang mempolitisasi mengenai imbauan shalat tarawih di rumah ini. Menurut Nasrul Abit semua pihak harus mendukung upaya pemerintah agar virus corona segera teratasi.




