Sabtu 28 Mar 2020 23:11 WIB

Kondisi Pasien 01 Covid-19 Ambon Semakin Membaik

Pasien 01 Covid-19 Ambon menjalani isolasi sejak 15 Maret.

Pasien 01 Covid-19 Ambon menjalani isolasi sejak 15 Maret. Ilustrasi Corona
Foto: www.freepik.com
Pasien 01 Covid-19 Ambon menjalani isolasi sejak 15 Maret. Ilustrasi Corona

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON— Kesehatan penderita kasus 01 Covid- 19 yang sedang menjalani isolasi di RSUD dr M Haulussy Ambon, saat ini semakin membaik.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Covid-19 Provinsi Maluku, dr Meikyal Pontoh, dikonfirmasi, Sabtu (28/3), membenarkan kesehatan penderita kasus 01 yang menjalani isolasi di RSUD Haulussy sejak 15 Maret semakin membaik.

Baca Juga

"Penderita saat ini tidak lagi mengalami batuk, demam dan sesak nafas yang merupakan gejala tertular virus Corona," ujarnya.

Meikyal yang juga Kadis Kesehatan Maluku itu memastikan, orang terdekat penderita kasus 01 telah dilacak, diobservasi dan spesimen sudah dikirim ke Laboratorium Kesehatan (Labkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Sebanyak 14 orang terdekat penderita kasus 01 yang berada di Ambon sebagai pekerja pembangunan gedung seperti ace hardware dan informasi saat ini menjalani isolasi di Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemprov Maluku di Wailela, kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Sedangkan, dokter maupun paramedis yang menangani isolasinya di RSUD Haulussy juga telah dikirim spesimennya ke Labkes Kemenkes.

"Sedikitnya 46 spesimen orang terdekat penderita kasus 01 telah dikirim ke Labkes Kemenkes dan saat ini masih menunggu hasilnya," kata Meikyal.

Dia mengakui, untuk memastikan penderita kasus 01 telah sembuh harus menunggu hasil pemeriksaan spesimen sebanyak dua kali lagi di Labkes Kemenkes.

"Bila hasil pemeriksaan spesimen terakhir ternyata hasilnya negatif lagi, maka bersangkutan bisa diizinkan kembali ke Bekasi, Jawa Barat," tandas Meikyal.

Dia juga mengemukakan, jumlah kasus orang dalam pemantauan (ODP) virus Covid-19 di provinsi Maluku hingga Sabtu(28/3) pukul 12.00 WIT bertambah 12 orang hingga total menjadi 116 orang dari sehari sebelumnya yang hanya 104 orang.

Bertambahnya 12 ODP tersebut berasal dari Kota Ambon 11 orang dan satu lainnya dari Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).

"Jadi total ODP di Kota Ambon hingga Sabtu siang menjadi 34 orang dari sehari sebelumnya 23 orang, sedangkan di kabupaten SBB menjadi 17 orang dari 16 orang," katanya.

Jumlah ODP di delapan kabupaten lainnya tidak bertambah yakni Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) 26 orang, Kabupaten Buru 17 orang, Kepulauan Aru tujuh orang, Maluku Tengah enam orang, Kota Tual empat orang, Buru Selatan dan Maluku Tenggara masing-masing dua orang, serta Seram Bagian Timur (SBT) satu orang.

Hanya Kabupaten Maluku Barat Daya yang masih kosong atau belum terdeteksi kasus ODP maupun PDP.

Sedangkan jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tercatat enam orang yakni tiga di Kota Ambon, satu di Maluku Tengah dan dua lainnya dari Kabupaten Kepulauan Aru.  

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement